SERIKATNEWS.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang, Jawa Tengah, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan bahwa kitab suci Alquran yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan mukjizat sastra yang sangat indah.
Menurut Gus Mus, sastra merupakan puncak peradaban tertinggi manusia karena prosesnya melibatkan akal atau pikiran dan hati atau rasa. Namun, Islam yang panduan dasarnya berupa kelembutan, kini berubah menjadi lain karena orang mengira bahwa kitab suci Alquran itu seperti fikih yang hanya berisi aturan hitam putih.
Menurutnya, dulu banyak orang masuk Islam karena tertarik dengan akhlak Rasulullah yang jujur dan lemah lembut sikapnya.
“Namun ada juga yang masuk Islam karena tertarik dengan keindahan bahasa Alquran,” kata Gus Mus di arena Muktamar Sastra Nusantara di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).
Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengemukakan bahwa kini ada kecenderungan bahasa sastra diseret-seret untuk kerusuhan. Padahal, sastra seharusnya menjadi bagian dari pemecahan masalah.
“Semua persoalan bisa diselesaikan dengan rumusan Alquran yang bahasanya menggunakan bahasa sastra,” ujar kiai yang dikenal sebagai sastrawan itu.
Lulusan Pascasarjana Universitas Ibrahimy itu mengemukakan sebagai generasi Jabal Nur atau yang tercerahkan, lewat muktamar ini ingin berbuat sesuatu yang mampu membawa keadaan lebih baik.
“Semoga muktamar ini menjadi titik bak dari bismillah, untuk melakukan langkah-langkah di kemudian hari. Kami sadar, kami bagai titik kecil dalam basmalah. Titik ini harus menjadi Alif, bak, tak, tsak dan seterusnya. Muktamar Sastra ini harus dilanjutkan kelak. Juga oleh kementerian yang tujuannya untuk bangsa ini,” jelasnya.
Muktamar yang digagas Kiai Azaim dan didukung oleh LTNU Jatim dan TV9 Nusantara ini digelar dengan menghadirkan sejumlah sastrawan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sejumlah sastrawan besar yang akan mengisi kegiatan itu antara lain, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, D Zawawi Imron, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, Sosiawan Leak.
Sejumlah akademikus sastra juga dihadirkan, seperti Prof. Dr. Abdul Hadi WM, Maman S Mahayana, Prof. Dr. Setyo Yuwono Dudukan, Dr. Tengsoe Tjahyono, Dr. Sutejo dan lainnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.