Connect with us

Opini

Pemerintah Harus Lebih Arif dan Progresif Terhadap Masalah Pertanian Indonesia

Published

on

Ilustrasi: Tim Ceritalah

INDONESIA adalah negara maritim dan agraris. Negara maritim adalah negara yang memiliki bentangan Samudera. Sementara negara agraris adalah negara yang memiliki banyak lahan bercocok tanam. Bagaimana tidak dikatakan sebagai agraris dan maritim, laut Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, pemandangan laut dan ombak luar biasa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa patut dijadikan sebagai sesuatu yang harus disyukuri. Begitu pun dengan lahan pertanian di Indonesia sangat luas dan hijau merekah. Sudah sepantasnya petani dan nelayan di Indonesia saling bahu-membahu untuk membangun bidang lahan mereka masing-masing dengan rasa tenteram.

Namun, kita sekarang hidup di era disrupsi. Menurut keterangan yang telah dibeberkan oleh beberapa sumber, era disrupsi adalah perubahan besar-besaran yang terjadi dalam kehidupan manusia. Era disrupsi banyak membawa perihal-perihal baru tentang bagaimana manusia menghadapi tantangan dan kenyamanan yang terjadi. Yang dulunya tidak mengenal zaman digitalisasi, selalu melakukan kegiatan offline, kini kehidupan online adalah segalanya. Gadget yang merajalela membuat kecanduan anak muda terhadapnya, sehingga generasi Z saat ini memiliki karakteristik yang jauh dari zaman dahulu. Sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, agama, politik dan kesehatan sebenarnya adalah permasalahan yang perlu diselesaikan secara step by step.

Dalam hal keinginan menyelesaikan, maka masyarakat harus dibantu oleh pemerintah. Pada Jumat, 24 September 2021, bangsa Indonesia telah memperingati Hari Tani Nasional. Memang seperti hari besar yang asing terdengar atau terbaca oleh kita. Akan tetapi, perlu diketahui selaku generasi era perubahan maka kita wajib memberikan kritik dan saran, sekaligus dengan solusinya. Pemerintah terutama Presiden Joko Widodo sendiri harus lebih tanggap terhadap rakyat-rakyatnya. Mengingat negara kita negara demokrasi meskipun mengarah jalur moderat, dan otoriter serta karismatik perlu diterapkan. Yaitu, sistem kepemimpinan yang baik dan moderat. Banyak permasalahan negara yang tidak terselesaikan dengan baik. Solusinya, perbaikan sistem politik segera dieksekusi.

Baca Juga:  Membongkar Manuver Busuk Saudi Arabia Mengubah Indonesia Jadi Sarang Wahabi Radikal

Pertanyaan spesifik, permasalahan apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia? Semestinya pemerintah lebih teliti lagi terhadap pertanian Indonesia. Dalam memperingati Hari Tani Nasional, seharusnya menjadi momen untuk membuat dan menerapkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kemakmuran dan kesejahteraan petani di Indonesia. Sesuai dengan Pancasila sila ke-5 tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka dengan diterapkannya sila ke-5 ini harapan di atas akan terwujud.

Indonesia adalah negara maritim dan agraris. Artinya, memiliki laut luas, begitu pun lahan pertaniannya. Dengan luasnya pertanian tersebut, idealnya beras tidak impor. Bagusnya bisa mengekspor. Bagaimana negara ini mau maju? Petani tidak sejahtera, nelayan juga begitu. Terkait solusi, pemerintah harus lebih banyak turun ke rakyat. Jangan cuma kerja di ruang ber-AC saja. Apalagi, sektor pertanian di Indonesia ini perlu pengolahan yang sistematis, jangan ikut dipolitiki.

Berbagai kritik dan saran dari rakyat Indonesia sendiri sepertinya sudah dilakukan. Meskipun terkadang pemerintah tidak menghiraukan dan malah balik menyalahkan. Tentu saja hal ini meresahkan. Pemerintah harus lebih arif dan progresif. Arif seperti sila ke-5, menerapkan keadilan sehingga bisa berwibawa dan bijaksana. Progresif maksudnya pemerintah harus bisa menangani masalah pertanian yang kurang perhatian, meminimalisir impor beras dan bahan pertanian lainnya, memahami serta sering melakukan controlling langsung kepada rakyat.

Masalah pertanian adalah ketergantungan pangan suatu bangsa. Jika penanganan kurang baik, maka rusak sudah akhirnya timbul sikap yang kurang senonoh terhadap masalah bangsa. Sekali lagi, pemerintah harus lebih peka dengan menerapkan sikap arif dan progresifnya kepada masalah pertanian di Indonesia. Jangan sampai merugikan para petani. Tidak semua perihal bisa dijadikan manifestasi politik. Petani adalah rakyat kecil. Petani adalah mereka yang bekerja keras memikirkan bagaimana bangsa Indonesia khususnya bisa makan segala olahan pertanian dengan enak, tenang, dan bersahaja.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Sosial-Budaya18 menit ago

Said Abdullah Resmikan Masjid Abdullah Syechan Baghraf Legung Timur

SERIKATNEWS.COM – Warga Desa Legung Timur, Batang-Batang, Sumenep tampak antusias dan bahagia menghadiri peresmian Masjid Abdullah Syechan Baghraf. Acara sakral...

Ekonomi6 jam ago

Gus Halim: Santri Berperan Gerakkan Ekonomi Desa

SERIKATNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyatakan, santri berperan besar dalam menggerakkan ekonomi desa....

Sosial-Budaya8 jam ago

Ketum PBNU Ajak Para Santri Refleksikan Kembali Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengingatkan bahwa Islam di Indonesia pada dasarnya...

News8 jam ago

Kejutan Hari Santri, Kemnaker Luncurkan Seribu Beasiswa Talenta Santri

SERIKATNEWS.COM – Pada gelaran Malam Puncak Amanat Hari Santri 2021, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memberikan kejutan kepada para santri...

Sosial-Budaya8 jam ago

Peringatan HSN 2021 Banyak Diwarnai Kegiatan Akademik

SERIKATNEWS.COM – Sejak adanya keputusan Presiden nomor 22 Tahun 2015, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) selalu...

Sosial-Budaya9 jam ago

RMI PBNU Targetkan Pemetaan SDM NU yang Lebih Konkret

SERIKATNEWS.COM – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menargetkan adanya pemetaan Sumber Daya Manusia (SDM) NU yang...

News9 jam ago

MURI: NU Pecahkan Rekor Dunia

SERIKATNEWS.COM – Upaya tanpa lelah yang dilakukan Rabithah Ma’had Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) dalam memperingati Hari Santri Nasional...

Populer

%d blogger menyukai ini: