JAKARTA – Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur sudah mulai dipadati pemudik yang hendak pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 2026. Sejak beberapa hari terakhir, sejumlah bus tampak membawa penumpang menuju berbagai daerah.
Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain mengatakan, gelombang awal arus mudik mulai terlihat sejak Sabtu, 7 Maret 2026. Peningkatan jumlah penumpang ini terjadi karena sebagian pekerja sudah mulai mengambil cuti lebih awal.
“Setiap hari ada peningkatan jumlah arus mudik karena memang sudah banyak yang mulai cuti atau libur,” ujarnya seperti dilansir beritajakarta.id.
Mayoritas penumpang yang berangkat dari terminal Kampung Rambutan memiliki tujuan ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera seperti Palembang, Medan, Lampung, Bengkulu, serta wilayah sekitarnya. Selain itu, terdapat pula pemudik yang menuju sejumlah kota di Pulau Jawa seperti Malang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Selain karyawan swasta, sejumlah pedagang juga memilih mudik lebih awal agar dapat menghabiskan waktu lebih lama bersama keluarga di kampung halaman. “Pemesanan tiket secara daring untuk keberangkatan pada 16 hingga 18 Maret mulai meningkat. Puncak arus mudik akan melonjak tajam pada H-7 hingga H-3 Lebaran,” terangnya.
Pada Sabtu (7/3) tercatat sebanyak 959 penumpang berangkat menggunakan 143 armada bus. Jumlah tersebut meningkat pada Minggu (8/3) menjadi 1.272 penumpang dengan 147 armada. Sementara, pada Senin (9/3) ada 1.136 penumpang berangkat menggunakan 153 armada.
“Untuk hari ini hingga pukul 13.00 sudah ada 332 penumpang yang berangkat menggunakan 50 armada bus. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah hingga malam hari,” bebernya.
Salah seorang pemudik tujuan Prabumulih, Palembang, Dwi Suryadi (38) mengaku sengaja berangkat lebih awal agar dapat berlibur lebih lama di kampung halaman. “Kantor saya sudah libur, jadi saya mudik lebih awal. Kalau mendekati Lebaran biasanya lalu lintas macet dan tarif bus juga sudah naik,” ucapnya.
Dwi menuturkan, saat ini harga tiket bus tujuan Palembang sudah mulai mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 350 ribu menjadi Rp 400 ribu. “Masih tergolong wajar mengingat tingginya permintaan selama musim mudik,” imbuhnya.
Dwi mengapresiasi peningkatan pelayanan dan fasilitas di Terminal Kampung Rambutan setelah dilakukan renovasi bangunan. “Saya hanya mengeluhkan adanya porter yang kadang memaksa menawarkan jasanya. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih tertib,” tandasnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...