Polisi Duga Ada yang Siram Bensin ke Aparat Saat Demo Cipayung Plus Cianjur

8
Plus
Ilustrasi: TribunNews

SERIKATNEWS.COM – Demo di Cianjur oleh mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Cianjur, di depan Pendopo Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019), diwarnai insiden tiga orang polisi terbakar hidup-hidup.

“Ini masih didalami ada dugaan-dugaan peserta melempar bensin kepada aparat keamanan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019).

Dedi mengatakan bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan seperti seragam polisi yang sudah terbakar, ban bekas, telepon genggam, almamater, spanduk, bendera dan residu di TKP yang diduga digunakan untuk membakar ban. Hingga kini polisi masih melakukan penyidikan.

“Kapolda Jabar sudah memberikan statement akan memproses sesuai aturan berlaku,” kata Dedi.

Diketahui api yang digunakan mahasiswa untuk bakar ban pada Kamis (15/8) menyambar Aiptu Erwin anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon dari Sabhara Polres Cianjur dan Bripda Anif, saat hendak memadamkan api. Aiptu Erwin menderita luka bakar 80 persen di sekujur tubuhnya.

OKP Cipayung Plus dalam melakukan aksi demo diikuti sekitar 50 orang. Menurut Trunoyudo, OKP Cipayung Plus terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa antara lain DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF dan lainnya.

Unjuk rasa dilakukan terkait penyampaian keadilan dan kebenaran di pemerintahan, evaluasi pengangguran, sempitnya lahan pekerjaan dan kurangnya sarana pendidikan masyarakat Cianjur.

Aksi demo ini menyerukan aksi serentak catatan remedial pemerintah gagal.  Saat siang, polisi mencoba menghalau mahasiswa yang membakar ban dan memblokir Jalan Siliwangi yang berada di depan pintu masuk Pemkab Cianjur.

Saat anggota kepolisian berusaha melerai, massa justru semakin brutal yang mengakibatkan tiga polisi terkena luka bakar karena dilempar bensin. Saat itu, bahan bakar mengenai tubuh Aiptu Erwin. Dua anggota kepolisian yang mencoba memadamkan api tersebut juga sempat terbakar. Tidak ada korban tewas dalam kejadian itu. Polisi telah memeriksa sedikitnya 15 orang sebagai saksi.

Baca Juga:  Garuda Indonesia Resmi Operasikan Layanan Vintage