SERIKATNEWS.COM – Pemerintah mendorong masyarakat untuk berupaya mengurangi sampah plastik. Upaya tersebut didukung oleh berbagai pihak, salah satunya produsen kertas, PT Suparma Tbk, memperkuat produk kertas ramah lingkungan.
Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur mengungkapkan bahwa Suparma terus menambah jajaran produk kertas berbahan baku ramah lingkungan. Sebelumnya, produk hand towel atau tisu tangan sudah lebih dulu menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan.
Semula produk tisu tangan berwarna coklat itu untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran dan kafe (Horeka) sebagai pengganti kain lap yang sebelumnya umumnya digunakan, namun belakangan juga sudah merambah ke industri manufaktur.
“Kita terus mengedukasi penggunaan tisu tangan, yang selain lebih ramah lingkungan, higienis, dan harga lebih efisien,” kata Hendro pada paparan publik di Surabaya, Kamis (14/11/2019).
Selanjutnya, Suparma juga kini mulai menggunakan bahan lingkungan pada produk kertas pembungkus makanan berwarna coklat, yakni laminated wrapping kraft atau LWK. Saat ini, lapisan plastik yang digunakan untuk pelapis kertas tersebut menggunakan oxium.
Oxium tersebut merupakan sejenis bahan ramah lingkungan karena recycle atau masa urai plastik tersebut hanya sekitar 2-5 tahun. Jauh lebih singkat dibanding plastik pada umumnya yang rata-rata membutuhkan ratusan tahun untuk bisa terurai di dalam tanah.
“Dan ini adalah produk karya anak bangsa. Sehingga selain harganya lebih murah, juga kita mendukung produk lokal,” jelas Hendro.
Menurut Hendro, penerapan bahan ramah lingkungan pada produk kertas ini sejalan dengan program dan sekaligus komitmen perusahaan untuk penerapan go green dan program return to earth. Suparma juga fokus menerapkan kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang sebagian besar difokuskan pada kegiatan bertemakan ramah lingkungan.
Komposisinya untuk CSR lingkungan hidup sebesar 50%, komunitas sekiar pabrik 30%, dan sisanya untuk pendidikan. “Setiap tahun kita mengalokasikan sebesar 5% dari laba bersih perseroan di tahun sebelumnya,” ungkap Hendro.
Hendro menegaskan penerapan program ramah lingkungan terutama untuk produk kertas tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan. Bahkan program ini diyakini akan mendongkrak pertumbuhan di masa mendatang.
Dari sisi kinerja, pada periode Januari-September 2019 perseroan berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,878 triliun atau naik sebesar 10,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan penjualan tersebut disebabkan oleh kenaikan kuantitas penjualan produk kertas dan harga jual rata-rata produk kertas yang masing-masing sebesar 5,9% dan 4,6%. Capaian penjualan itu setara dengan 75,1% dari target penjualan bersih perseroan hingga akhir tahun 2019 ini yang sebesar Rp2,5 triliun.
“Dengan capaian ini, kami optimistis target penjualan tahun ini akan tercapai, mengingat per 31 Oktober 2019 lalu penjualan mencapai Rp2,063 triliun atau tercapai sekitar 83%,” terangnya.
Sedangkan pencapaian kuantitas penjualan kertas perseroan selama sepuluh bulan di 2019 mencapai 188.894 metrik ton (MT) atau setara dengan 80% dari target kuantitas penjualan kertas perseroan tahun 2019 yang sebesar 236.000 MT.
Kinerja positif ini juga berimbas kepada pencapaian laba perseroan, di mana pada periode Januari-September 2019 laba komprehensif periode berjalan yang mencapai Rp96,8 miliar, jauh di atas laba komprehensif periode berjalan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 31,5 miliar.
Di tengah capaian kinerja itu, Suparma terus menyelesaikan pembangunan proyek mesin kertas baru, yakni paper mesin (PM10) yang secara keseluruhan menghabiskan anggaran sebesar US$32,1 juta. Mesin yang akan menghasilkan produk kertas tisu ini ditargetkan akan mulai produksi komersial pada Oktober 2020 dengan kapasitas terpasang sebesar 54.000 MT.
“Meski baru ini untuk memenuhi tingginya permintaan produk kertas tisu. Namun nantinya produk dari PM10 ini akan dipasarkan baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Komposisinya sekitar 42% akan diekspor baik dengan menggunakan brand kita atau tanpa brand,” pungkas Hendro.
Sumber: Investor Daily
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...