SERIKATNEWS.COM – Puluhan warga ramai-ramai mendatangi balai Desa Roomo, Kecamatan Manyar. Mereka datang untuk mempertanyakan dugaan ketimpangan anggaran desa dan dugaan penyalahgunaan bantuan langsung tunai (BLT) COVID-19.
Dilansir dari Radar Surabaya, Kamis (25/6/2020), Korlap aksi M Hidayat dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan oleh warga Desa Roomo sebagai bentuk protes adanya ketimpangan anggaran desa.
“Usut tuntas ketimpangan anggaran dan segera ganti Kades Rusdiyanto karena melakukan penyalahgunaan,” ujarnya.
Warga yang berunjuk rasa itu membawa 11 tuntutan, salah satu poinnya terkait penerima bantuan BLT COVID-19 tidak merata. Sebab, ada warga yang tidak berhak malah menerima bantuan, sedangkan yang berhak malah diabaikan.
Usai melakukan orasi selama 30 menit. Sempat ada ketegangan, antara warga yang pro dan kontra. Namun, ketegangan itu dilerai dan dibubarkan anggota Polsek Manyar. Pasalnya, petugas berdalih aksi ini tidak ada izinnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa (Kades) Roomo, Rusdiyanto menyayangkan aksi yang dilakukan oleh warganya. Sebab, dirinya tidak diberitahu terlebih dahulu bila ada aksi yang dilakukan oleh warga setempat.
“Ini kan sebagai bentuk aksi warga menyampaikan aspirasi. Cuma sayangnya aksi tersebut tidak berizin,” katanya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...