Connect with us

Opini

ROHINGYA, FILM G30S PKI DAN KECERDIKAN JOKOWI

Published

on

Sumber Foto: KEYSTONE/GETTY IMAGESImage captionDemo mahasiswa di sekitar Istana Bogor setelah gagalnya upaya kudeta pada 30 September 1965 (BBC)

Oleh: Yerry Tawalujan

Jokowi cerdik. Respon Jokowi menanggapi konflik kemanusian yang menimpa warga muslim Rohingya di Myanmar dan gonjang-ganjing pemutaran film G30S PKI menunjukkan kecerdasan wong Solo itu di panggung politik.

Konflik berdarah mengarah ke pembersihan etnis yang menimpa warga Rohingya yang mayoritas muslim jelas menyakiti hati dunia Islam. Tidak terkecuali Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Selama beberapa minggu terakhir hampir di semua sudut jalan di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, kelompok-kelompok organisasi kemasyarakatan tampak melakukan aksi penggalangan dana sebagai bentuk dukungan kepada saudara-saudara muslim Rohingya.

Jokowi langsung turun tangan. Dengan cepat bantuan dikirimkan ke provinsi Rakhine di Myanmar. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya.

Hal itu menunjukkan kepada dunia besarnya kepedulian Jokowi kepada kaum Muslim yang menderita. Jokowi Islam sejati yang berempati dengan sesama Muslim yang menderita.

Langkah tanggap Jokowi yang menolong saudara-saudara muslim Rohingya semakin menonjol dengan komentar blunder lawan politiknya.

Sekalipun disindir sebagai pencitraan belaka, sikap Jokowi itu adalah tindakan nyata sebagai bentuk kepedulian. Dibanding dengan hanya bisa mengkritik tanpa berbuat apa-apa.

Tindakan Jokowi mematahkan kampanye hitam yang meragukan ke-Islaman sang Presiden yang dilontarkan musuh-musuh politiknya sejak Pilpres 2014.

Bagaimana tidak, Jokowi seakan tampil sebagai panglima yang memimpin “laskar putih” (yang mayoritas alumni demo 212) yang mengadakan aksi penggalangan dana untuk Rohingya di jalan-jalan. Sementara tokoh yang seharusnya tampil menjadi pemimpin itu justru hanya bisa mencibir kritis.

Baca Juga:  Pemimpin Harus Mampu Melawan Politik Islamophobia

Salut untuk Jokowi yang membuktikan ke-Islaman sejati dengan cara membantu saudara-saudara muslim yang menderita di Myanmar.

*Jokowi mendorong generasi muda untuk sadar bahaya komunis*

Tumbangnya rezim Orde Baru Soeharto ditandai dengan berakhirnya keharusan pemutaran film G30S-PKI. Sembilan belas tahun terakhir sejak 1998 praktis film yang berkisah tentang pembunuhan para Jenderal TNI oleh komunis itu tidak pernah ditayangkan lagi.

Memasuki bulan September ini, media digegerkan dengan instruksi panglima TNI yang memerintahkan seluruh jajarannya untuk menonton (kembali) film G30S-PKI itu. Dengan segera ide pemutaran kembali film G30S-PKI menuai pro kontra di masyarakat.

Menanggapi pro kontra itu, Jokowi justru mendorong supaya dibuat film yang serupa dengan G30S-PKI yang lebih relevan untuk anak-anak milenial sekarang ini.

“Akan lebih baik kalau ada versi baru, kekinian, bisa masuk ke generasi milenial,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu menanggapi pemutaran film G30S-PKI.

Dengan instruksi itu, Jokowi jelas ingin supaya generasi muda mengetahui bahaya komunis.

“Komunis itu berbahaya. Itu musuh negara yang di masa lalu beberapa kali mengganggu kedaulatan negara.” Begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan sang Presiden kepada generasi milenial.

Tindakan tersebut kembali mematahkan serangan musuhnya yang mengkaitkan Jokowi dengan komunis PKI.

Salut untuk kecerdasan Jokowi. Sang Presiden dengan elegan merontokkan amunisi musuh yang kerap melontarkan issue Islam dan PKI sebagai alat serangan politik ke arahnya. Harus diakui, Jokowi itu jenius dalam berpolitik.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Budaya5 jam ago

PKN 2020: Perhelatan Kebudayaan Ramah Semesta Kebanggaan Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Setelah dibuka pada 31 Oktober 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo secara daring, Pekan Kebudayaan Nasional 2020 yang...

Hukum6 jam ago

Wali Kota Cimahi dan Komisaris RSU Kasih Bunda Diduga Terlibat Kasus Suap

SERIKATNEWS.COM – Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM) beserta Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan (HY) diduga terlibat dalam...

Pariwisata1 hari ago

Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021, Peluang Indonesia Bangkitkan Pariwisata dan Investasi

SERIKATNEWS.COM – Indonesia telah dipilih sebagai tuan rumah untuk Annual Meeting Indonesia Global Tourism Forum 2021. Dipilihnya Indonesia karena merupakan...

Hukum1 hari ago

Edhy Prabowo Kirim Surat Pengunduran Diri kepada Presiden

SERIKATNEWS.COM – Presiden Joko Widodo telah menerima surat pengunduran diri dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Edhy...

Pendidikan1 hari ago

Ungguli UI dan ITB, UGM Peringkat 57 Perguruan Tinggi Se-Asia

SERIKATNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) menduduki peringkat ke-57 dalam daftar QS Asia University Ranking 2021, pemeringkatan perguruan tinggi terbaik...

Hukum1 hari ago

Gatot Nurmantyo Angkat Bicara Terkait Pencopotan Baliho Habib Rizieq oleh TNI

SERIKATNEWS.COM – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait pencopotan baliho yang bergambar Habib Rizieq Shihab yang...

Humaniora1 hari ago

KH Miftachul Akhyar Ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Periode 2020-2025

SERIKATNEWS.COM – KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode...

Populer

%d blogger menyukai ini: