SERIKATNEWS.COM – Pembahasan mengenai Covid-19 memang belum ada ujungnya. Mulai tingkat kematian, angka positif yang terus bertambah, kesulitan ekonomi, dan pendidikan tidak maksimal. Karena dampak inilah banyak hal telah dilakukan untuk menstabilkan kembali keadaan di negeri ini. Salah satunya dengan vaksinasi.
Vaksinasi dilakukan menyeluruh di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya kota besar seperti Jakarta, tetapi sampai ke desa-desa menjadi sasaran pemerataan vaksinasi Covid-19. Salah satunya Desa Kertaharja di Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat.
Sebelumnya, masyarakat Desa Kertaharja memang banyak yang menolak. Namun, akhirnya bersedia melakukan vaksinasi Covid-19.
Tenaga pemerintah Desa Enin Suniarsih (50) mengupayakan banyak cara agar masyarakat mau melakukan vaksinasi Covid-19. Sebagai tenaga pemerintah desa bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan pemahaman dan juga edukasi kepada masyarakat.
“Sehingga masyarakat tidak terus menerus menolak proses vaksinasi dengan beranggapan bahwa vaksinasi itu hanya omong kosong, bualan, atau hanya gebrakan yang menguntungkan para pemerintah. Kita tekankan bahwa proses vaksinasi merupakan upaya untuk meminimalisir angka kenaikan positif Covid atau upaya agar pandemi segera berakhir,” jelas Enin, Senin 1 November 2021.
Menurut Enin, hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi di masa pandemi. Banyaknya berita-berita hoaks yang dikonsumsi masyarakat mengenai vaksinasi juga merupakan salah satu faktor masyarakat menolak pemerataan vaksinasi.
“Masyarakat banyak mengonsumsi berita bohong yang mengatakan vaksinasi itu berbahaya, bisa sebabkan lumpuh, sakit-sakitan, atau yang lebih parah masyarakat menganggap apa yang di suntikan itu bukan vaksin tapi virus berbahaya yang bisa sebabkan kematian,” tambah Enin saat dimintai keterangan.
Keterangan ini dibetulkan oleh salah satu masyarakat Desa Kertaharja yang melakukan penolakan terhadap pemerataan vaksinasi. Didi Hadiana mengatakan, “Saya tidak mau divaksin, saya lihat di berita banyak yang bilang vaksinasi itu bisa sebabkan lumpuh, saya jadi takut,” papar Didi Hadiana.
“Saya gak divaksin gak papa yang penting sehat, saya juga gak ke mana-mana di rumah saja, kerja juga cuma di sekitar desa gak ke kota jadi saya rasa gak divaksin juga gak masalah,” tambahnya.
Penolakan yang dilakukan masyarakat terhadap pemerataan vaksinasi Covid-19 menyulitkan tenaga pemerintah desa juga tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya. Namun, hal ini tidaklah membuat proses pemerataan vaksinasi berhenti. Sampai saat ini tenaga pemerintah desa terus melakukan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi di tengah pandemi.
Berkat kegigihan tenaga kesehatan dan tenaga pemerintah desa dalam memberikan pemahaman dan edukasi, masyarakat mulai sadar seberapa penting pemerataan vaksinasi. Sebagian masyarakat juga mulai melakukan vaksinasi yang diselenggarakan desa.
“Kami terus berupaya memberikan pemahaman dan edukasi agar masyarakat terbuka pikirannya. Memang tidak mudah, tapi kami terus upayakan. Untuk lebih meyakinkan masyarakat kami aparat desa sudah melakukan vaksinasi sampai tahap 2 sebagai contoh dan jawaban dari kekhawatiran masyarakat,” kata Enin.
Tenaga kesehatan dan tenaga pemerintah desa berharap masyarakat Desa Kertaharja sepenuhnya mau menerima vaksinasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk usaha melawan virus Corona. Besar harapan dari proses vaksinasi ini agar semuanya kembali normal.
Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...