Connect with us

Opini

Strategi Propaganda “Spin Doctors” Kubu Lawan Jokowi

Published

on

Sejak Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017 sampai Pilpres 2019 kelompok yang sama selalu menerapkan strategi yang sama yaitu pemutar balikan fakta dan kebenaran serta memproduksi kebohongan dan fitnah yang bertubi-tubi. Dari banyak strategi yang mereka gunakan diantaranya adalah strategi Spin Doctors. Apa yang dimaksud dengan strategi tersebut?

Pengertian bebas dari Spin Doctors adalah individu atau kelompok yang menggunakan segala cara untuk menguasai publik, menggerakkan massa dan menguasai media sekaligus sebagai konseptor politik yang bertujuan mempengaruhi opini publik.

Spin Doctors berbeda dengan strategi pencitraan yang kita kenal. Dalam pencitraan yang konservatif, selalu menghadirkan data dan fakta yang sebenarnya. Sedangkan strategi spin doctors lebih banyak menggunakan fakta dan data yang sudah dimanipulasi. Dalam metode spin doctors kebenaran dipelintir sedemikian rupa sehingga yang seharusnya warna putih menjadi hitam dan sebaliknya. Metode spin doctors adalah strategi menjungkirbalikkan kebenaran, data dan fakta. Yang mereka gunakan adalah data palsu dan berita kebohongan yang sudah didisain sedemikian rupa.

Pola dan strategi spin doctors sangat sering digunakan oleh kubu lawan Jokowi sejak dulu. Sebagai contoh Jokowi difitnah PKI, turunan Tionghoa dan memusuhi Islam. Isu seperti ini secara masif telah ditembakkan ke arah Jokowi melalui media kubu mereka Obor Rakyat, Saracen dan Muslim Cyber Army. Dalam memunculkan HOAX dan fitnah mereka sama sekali tidak membutuhkan data autentik atau valid. Karena tujuan mereka hanya sekedar mendistorsi informasi ke masyarakat.

Contoh yang paling anyar saat si Lenong pidato kebangsaan yang penuh kebohongan dia menyebut ada banjir beras impor di Klaten. Kenyataannya ternyata hanya omong kosong alias bohong. Kemudian dia bilang ada orang di Grobogan yang gantung diri akibat tercekik hutang, setelah ditelusuri, ternyata kembali dia menyuarakan kebohongan lagi.

Baca Juga:  Asian Games 2018, Semangat Kolektivitas, Serta Fair Play

Dan ini setali tiga uang dengan Cawapresnya si Bangau. Dalam debat perdana kemaren dia bilang ada nelayan dipersekusi karena melaut di hutan mangrove, nyatanya si Bangau untuk kesekian kali berbohong lagi. Faktanya si oknum nelayan itu memang punya masalah pidana yang menyangkut diri pribadi. Sama seperti dia berbohong harga bahan pangan naik dan pasar sepi pengunjung. Semua hanya rangkaian ujaran kebohongan yang memang sudah direncanakan dengan cermat.

Hal tersebut memang strategi mereka. Mereka memang sedang mengacaukan publik dengan distorsi informasi yang sistematis dan masif. Dan orang-orang yang menerapkan strategi spin doctors ini tidak perlu data. Dan mereka pun juga tidak peduli dengan klarifikasi data yang kita sampaikan. Karena pada saat kubu Jokowi sibuk membully dan mengklarifikasi data di medsos, mereka sudah menyiapkan kebohongan baru yang siap ditembakkan ke publik.

Klarifikasi data yang diberikan oleh pendukung Jokowi melalui media sosial boleh-boleh saja untuk menampar keyakinan para pendukung mereka, meskipun saya tidak yakin ini akan terlalu efektif membuat mereka malu atau pindah haluan. Karena sebenarnya mereka tidak peduli dengan kebenaran. Nalar dan hati mereka sudah buta terhadap kebenaran yang sejati. Namun setidaknya klarifikasi dari pendukung Jokowi ini bisa memberikan gambaran obyektif kepada para “undecided voters” yang belum menentukan pilihan. Asalkan disampaikan dengan cara yang elegan yang berbasis data bukan dengan cara mengolok-olok.

Namun kekuatan klarifikasi sekaligus serangan balik yang paling efektif dan mematikan apabila dilakukan langsung oleh Jokowi atau Kyai Ma’ruf Amin pada arena debat Pilpres berikutnya. Dalam debat perdana kemaren serangan balik Jokowi tentang kasus kebohongan Ratna Sarumpaet cukup menohok ulu hati si Lenong dan si Bangau. Mereka dibuat tidak berdaya. Dan pola dan strategi #TurnBackHoax plus dengan bumbu serangan balik ala Jokowi ini perlu ditingkatkan pada debat-debat selanjutnya. Dalam arena debat, klarifikasi data oleh seorang Presiden sudah pasti mendapatkan bobot kepercayaan yang tinggi dari publik.

Baca Juga:  Menyegarkan Kembali Sikap Beragama Kita

Mudah-mudahan Timses Jokowi cukup cerdas memberikan masukan kepada Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin. Agar kemenangan debat perdana kemaren bisa diulang lagi di debat-debat selanjutnya. Tapi di sisi lain kubu Jokowi jangan terlalu “over confidence” juga, karena Tim lawan juga hebat dan penuh strategi busuk

Strategi propaganda “Firehose of Falsehood” dan “Spin Doctors” sehebat apapun pasti punya kelemahan dan pasti akan takluk dengan kebenaran yang sejati. Kita tidak perlu khawatir. Hal ini terbukti meskipun strategi ini sudah diterapkan mereka pada Pilpres 2014, toh mereka tetap kalah juga kan ? Asalkan kita menghadapi dengan cerdas dan solid. Serangan udara yang masif tetap perlu dibarengi dengan serangan darat “door to door” ke masyarakat akar rumput.

Para pendukung kubu si Lenong dan si Bangau yang membaca tulisan ini mudah-mudahan tersadar. Bahwa keputusan mereka memilih kelompok yang penuh kebohongan dan strategi curang seperti penerapan Spin Doctors ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh anak cucu dan juga malaikat kebenaran nantinya. Gak percaya, kita buktikan nanti !!!

Kembalilah ke jalan yang benar, demi Indonesia yang lebih baik untuk anak cucu kita ke depan.
Saat kita salah menentukan pilihan
Kita akan menyesal 5 tahun kemudian.

Advertisement

Popular