SERIKATNEWS.COM – Wahid Foundation akan menjalankan duplikasi Program Sekolah Damai yang telah diinisiasi oleh Wahid Foundation sejak 2017. Pada tahun ini, akan dijalankan di 70 sekolah tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah.
Kick Off Meeting Program Sekolah Damai berlangsung secara hybrid pada Kamis, 22 September 2022. Dihadiri oleh perwakilan Wahid Foundation, Kesbangpol Jateng, perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) Damai, dan kepala sekolah dari 70 sekolah tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah.
Ketua Bakesbangpol Jateng, Haerudin, menjelaskan tujuan dibentuknya kerja sama dengan Wahid Foundation untuk menguatkan sekolah agar benar-benar menciptakan situasi sekolah yang damai dan menjalankan aktivitas dengan nyaman.
Menurut Haerudin, pelaksanaan Sekolah Damai masuk dalam konteks pencegahan ekstremisme di bidang pendidikan. Juga bagian implementasi Perpres Nomor 7 Tahun 2021 Rencana Aksi Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
Di samping itu, Haerudin menginformasikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) yang fokus untuk mencegah intoleransi di sektor pendidikan. Untuk itu, dengan dilakukan kerja sama Sekolah Damai dengan Wahid Foundation mendukung Rapergub yang akan disahkan oleh Gubernur Jawa Tengah nantinya.
Program Sekolah Damai Wahid Foundation sendiri merupakan program yang bertujuan untuk menyemai toleransi dan mempromosikan perdamaian dalam rangka mencegah intoleransi sejak dini di tingkat sekolah. Program ini memiliki prinsip dasar yang kemudian diturunkan menjadi 3 pilar yang disebut Pilar Sekolah Damai.
Tiga pilar tersebut berupa pilar kebijakan sekolah, pilar praktik toleransi dan perdamaian, serta pengelolaan organisasi kesiswaan. Ketiga rumusan pilar ini bertujuan untuk dapat menjadi pertimbangan dalam kebijakan di lembaga pendidikan ke depannya.
Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Mujtaba Hamdi, mengatakan program Sekolah Damai Wahid Foundation telah diinisiasi sejak 2017. Menurutnya, sudah mempunyai mitra sekolah sebanyak 20 sekolah di 4 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Khusus Jawa Tengah, kita memiliki mitra di antaranya SMAN 1, 7, 11, 13, dan SMAN 1 Cepiring, Kendal,” ungkapnya.
Dikatakan bahwa program Sekolah Damai berawal dari hasil riset Wahid Foundation mengenai tren toleransi sosial keagamaan di kalangan Rohaniawan Islam (Rohis) di Indonesia yang menyebutkan sebanyak 68% siswa/siswi bersedia jihad ke Suriah, Afganistan, dan Palestina. Untuk itu, Wahid Foundation memberikan rekomendasi kebijakan Strategi Nasional Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme, salah satunya melalui upaya pencegahan dengan mengintegrasikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi dalam lingkungan pendidikan.
Menurut Mujtaba, kerja sama yang dijalin antara Wahid Foundation dan Kesbangpol Jateng melingkupi dua hal. Yaitu, replikasi dan terwujudnya kebijakan Sekolah Damai di Provinsi Jawa Tengah dan penguatan kurikulum Sekolah Damai tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...