YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas I Yogyakarta menjalin kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi klien pemasyarakatan.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Griya Abhipraya Purbonegoro, Yogyakarta, Senin, 20 Juli 2026. Penandatanganan dilakukan Kepala BAPAS Kelas I Yogyakarta bersama Ketua HIMPSI DIY Miftahun Ni’mah Suseno.
Ketua HIMPSI DIY Miftahun Ni’mah Suseno mengatakan kerja sama tersebut diharapkan segera diwujudkan melalui program nyata, bukan hanya sebatas dokumen kesepakatan.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi dasar pelaksanaan layanan konseling bagi klien BAPAS. Ke depan, kolaborasi ini juga bisa berkembang ke berbagai kegiatan lain yang mendukung pemulihan dan reintegrasi sosial klien,” katanya.
Kepala BAPAS Kelas I Yogyakarta menilai kolaborasi dengan HIMPSI menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan klien pemasyarakatan, terutama anak yang berhadapan dengan hukum.
Menurut dia, kehadiran tenaga psikolog akan membuat proses pembimbingan berjalan lebih komprehensif sehingga kebutuhan psikologis klien dapat ditangani secara profesional.
“Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antarlembaga dalam pelaksanaan konseling bagi klien pemasyarakatan. Dengan adanya layanan psikologi dari HIMPSI DIY, diharapkan proses pembinaan menjadi lebih optimal,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, BAPAS Kelas I Yogyakarta telah menyiapkan ruang layanan konseling di Gedung Griya Abhipraya Purbonegoro. Fasilitas itu akan menjadi tempat bagi psikolog memberikan layanan pendampingan kepada klien pemasyarakatan.
Melalui kerja sama ini, BAPAS Yogyakarta dan HIMPSI DIY berupaya memperluas akses layanan psikologi yang profesional dan berkelanjutan guna mendukung keberhasilan pembinaan serta mempercepat reintegrasi sosial klien ke tengah masyarakat.(*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...