Connect with us

Politik

Wamendes Tekankan Semua Desa Punya Akses Internet

Published

on

Budi Arie Setiadi
© Humas Kemendes PDTT

SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi menyebutkan masih ada 13.000 desa hingga saat ini belum memiliki akses internet. Menurutnya, belum adanya jaringan internet membuat pemberdayaan ekonomi sulit dilakukan.

“Jaringan internet menjadi penting untuk mendorong desa ke arah kemajuan. Bagaimana kehidupan new normal bisa berlangsung baik jika masih banyak desa tidak memiliki akses  internet? Jaringan internet penting bagi desa menuju era digital marketing, terutama dalam ekosistem ekonomi digital,” ujar Budi Arie dalam webinar Digitalisasi BUMDes Menuju New Normal Ekonomi Indonesia, Rabu (27/5/2020).

Untuk itu, Budi Arie mengatakan perlu ada terobosan baru yang harus diwujudkan BUMDes agar perekonomian desa bisa bergerak, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, namun juga pasar mancanegara.

“Saya selalu  sampaikan dalam setiap forum  bahwa bangsa Indonesia  memiliki 3 keunggulan, kompetitif  atau kita sebut absolute competitive advantage kita sebagai bangsa. Ketiga sektor itu, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Semuanya ada di desa,” ujar Budi.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia, sehingga perlu untuk konsentrasi penuh dalam pengembangannya, bukan hanya sekedar mengelola dan memproduksi. Akan tetapi, dapat memberikan nilai tambah bagi kemajuan ekonomi dengan pengemasan dan pemasaran yang baik .

“Jadi, Indonesia yang punya 74.954 desa ini bisa digarap potensinya dengan pendekatan kreatif untuk dikembangkan potensinya,” katanya.

Budi Ari mengatakan bahwa ada 3 unsur kegiatan utama ekonomi, yakni produksi, distribusi, dan konsumsi. Seiring dengan maraknya e-commerce, Budi mengimbau agar jangan sampai masyarakat desa hanya menjadi konsumen.

“Desa jangan sebagai konsumen saja. Karena pelajaran kita dari e-commerce yang melanda Indonesia saat ini ,  kemajuan yang begitu pesat dalam 3-5 tahun ini, ternyata barang-barang impor lebih banyak masuk ke dalam sistem perekonomian Indonesia. Hampir 93 persen barang-barang e-commerce itu adalah barang-barang impor,” katanya.

Baca Juga:  DPR RI Usul RUU KUHP Masuk Prolegnas 2020

“Saya berharap mudah-mudahan teman-teman yang punya inisiatif, kreativitas, punya inovasi, dapat membantu BUMDes-nya agar bisa berkembang dan maju. Walaupun kita tahu bahwa kondisi BUMDes saat ini memang masih banyak persoalan yang harus kita tangani. Salah satu persoalan  adalah berkurangnya anak muda yang tinggal di desa. Digital marketing ini penting  karena itu desa harus memiliki akses ke teknologi. Karena dunia digital adalah dunia tanpa batas,” pungkasnya.

Advertisement

Popular