SERIKATNEWS.COM – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberikan Presidential Lecture pada Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi 6.000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil seleksi tahun 2018 dari berbagai instansi pemerintah, di Istora, Jakarta, Rabu (24/7/2019) pagi.
Wapres Jusuf Kalla meminta kepada para CPNS untuk selalu memegang prinsip bahwa tugas mereka semua adalah melayani, tentu cara melayaninya berbeda-beda tergantung tugas masing-masing. Ia memberikan contoh, seorang guru yang diangkat, melayani artinya mengajar atau mendidik generasi muda secara ikhlas dengan kemampuan yang baik. Seorang pegawai Kementerian Kesehatan melayani artinya ialah merawat, mendorong kesehatan masyarakat lebih baik.
Seorang yang diangkat di Kementerian PUPR, melayani artinya membangun infrastruktur yang baik, membangun fasilitas yang baik untuk negeri, untuk masyarakat. Demikian juga seorang pegawai negeri yang bertugas di kantor-kantor, melayani artinya mempercepat izin, mempercepat proses administrasi, dan mempercepat proses birokrasi di kantornya masing-masing.
“Jangan berprinsip seperti sampai saya sampaikan di Medan, kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Pokoknya harus dipercepat, itu prinsip-prinsip yang kita pegang oleh bangsa ini,” kata Wapres, dikutip dari laman resmi Setkab RI, Rabu (24/7/2019).
Wapres menegaskan bahwa PNS jangan lagi berprinsip untuk dilayani. Diakuinya, zaman dahulu PNS itu ingin dilayani oleh masyarakat, ingin dihormati, ingin mendapatkan fasilitas yang lebih baik. Namun, menurut JK, hal itu tentu pikiran-pikiran masa lalu yang telah berubah akibat persaingan di mana pun di dunia. Kita harus berpikir lebih baik dan lebih maju.
“Karena itulah Anda terpilih, Anda diangkat, Anda diberikan tentu penghasilan dan tunjangan yang baik apabila Anda berhasil dalam menjalankan tugas-tugas itu,” ujar JK.
Tugas-tugas itu, menurut Wapres Jusuf Kalla, tentu bukanlah tugas yang ringan. Akan tetapi, sebagai PNS yang muda, Wapres mengingatkan bahwa mereka harus siap untuk tetap ditempatkan di mana saja di republik ini.
Wapres mengingatkan, bangsa ini bangsa yang besar, kita tidak lagi mempunyai prinsip-prinsip bahwa di Jawa ASN harus Jawa, di Makassar harus orang Makassar, di Medan harus orang Medan. “Kita bangsa yang besar, Anda harus siap ditempatkan di mana saja agar bangsa ini tetap kokoh dan bersatu sehingga kita dapat menjalin suatu bangsa yang besar yang bersatu,” tegas Wapres.
Wapres Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa dalam masa reformasi ini ada kebebasan pers juga. Artinya, orang akan leluasa mengkritik PNS apabila mereka berbuat keliru, apabila PNS tidak berbuat sepantasnya, apa bila mereka tidak berhasil, maka orang akan mengkritik. Karena itulah, Wapres meminta para PNS mempunyai suatu kemampuan diri.
Ia pun meminta para PNS harus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bekerja sebaik-baiknya. Dalam sistem pemerintahan kita tentu terjalin hubungan saling mendorong satu sama lain. Pemerintah mempunyai kemampuan dengan APBN dan APBD. Ia juga menambahkan bahwa APBN dan APBD itu berasal dari pajak yang diperoleh dari kemampuan pengusaha untuk bekerja dengan baik.
“Artinya adalah bahwa penghasilan pegawai semua dari Anda adalah sangat tergantung kepada ekonomi bangsa yang dilaksanakan oleh para pengusaha dan masyarakat. Apabila Anda tidak mendorong kemampuan ekonomi, kemampuan pengusaha, apakah itu pengusaha besar atau UMKM, maka ekonomi daerah, ekonomi bangsa tidak akan berkembang sebaik-baiknya,” tutur Wapres.
Oleh sebab itulah, lanjut Wapres, hubungan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha harus terjalin dengan baik. “Jangan menganggap bahwa mereka adalah musuh Anda atau bagian yang berbeda daripada tujuan-tujuan kita semua,” tegas Wapres.
Sebagai informasi, tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moelok.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...