SERIKATNEWS.COM – Dalam rapat pleno rekapitulasi suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sejak kemarin, Kamis (9/5/2019), terlihat pasangan 01, Jokowi-Ma’ruf Amin unggul di dua wilayah, yakni di Kepulauan Seribu dan Jakarta Pusat. Sementara pasangan 02, Prabowo-Sandiaga Uno unggul di Jakarta Selatan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi sementara, suara yang diraih Jokowi-Amin di Kabupaten Kepulauan Seribu mencapai 8.826 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga 8.281. Dengan total jumlah surat suara sebanyak 17.526 suara. Dari jumlah tersebut, terdapat surat suara yang sah sebanyak 17.107 surat suara dan 419 surat suara yang tidak sah.
Di Jakarta Pusat, pasangan 01 meraih suara sebanyak 333.076 suara, sementara pasangan 02 mendapatkan suara sebanyak 315.078. Di Jakarta Pusat, total surat suara ada sebanyak 657.207 surat. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 648.154 surat suara yang sah dan 9.053 surat suara yang tidak sah.
Pasangan Prabowo-Sandi unggul di Jakarta Selatan dengan meraih 723.008 suara, sedangkan pasangan 01 hanya meraih 673.100 suara. Total jumlah surat suara yang ada di Jakarta Selatan mencapai 1.412.613 surat. Dari jumlah tersebut, surat tidak sah ada sebanyak 16.505 surat dan surat yang sah mencapai 1.396.108 surat.
Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos mengatakan dalam rapat pleno rekapitulasi yang digelar dari 9 Mei hingga 12 Mei 2019, dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing partai politik dan tim kemenangan dua pasangan calon.
“Tamu undangan yang hadir dari seluruh peserta pemilu, ada dari dua pasangan calon, ada partai politik. Untuk partai politik itu diwakilkan masing-masing empat orang. Dua orang masuk ke dalam rapat pleno, dua menunggu di luar. Lalu hadir juga Bawaslu DKI Jakarta, Kapolda, dan perwakilan dari Pemerintah kota, kabupaten dan provinsi di DKI Jakarta,” kata Betty, Jumat (10/5/2019).
Kalau pun adanya penolakan dari Partai Gerindra dengan aksi walk out dalam rapat pleno kemarin, menurut Betty tidak menghentikan proses rekapitulasi perhitungan suara di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
“Saya harus melihat, kalau mereka komplain, harus ada data otentiknya. Kalau kami yang keliru, kita betulkan. Kalau saya cek kenapa lama, input datanya itu harus menyesuaikan dengan KPU RI. Jadi sertifikasi data pemilih harus disamakan antara DPR dan Presiden itu agak lama,” jelasnya.
Saat ini, rapat pleno masih melakukan rekapitulasi perhitungan suara dari seluruh wilayah Kabupaten dan Kota di DKI Jakarta.
Dijelaskannya, kotak suara dari Jakarta Selatan sudah diterima KPU DKI kemarin pada pukul 05.30 WIB. Kemudian, Kabupaten Kepulauan Seribu sudah diterima sekitar dua atau tiga hari yang lalu. Sedangkan Jakarta Pusat baru dikirim kemarin malam.
“Sebelum diserahkan pada kami, tentu semua peserta pemilu, tidak hanya Gerindra, diberikan rekap tingkatan DB Jakarta Selatan. Jadi kita berikan internal, baru mereka kirim ke kami,” imbuh Betty Epsilon Idroos.
Sebelumnya, saat akan rapat rekapitulasi suara dari Jakarta Selatan, Wakil Ketua DPD DKI Partai Gerindra, Syarif meminta penundaan dengan alasan ingin mencocokkan form DB 1 dari tingkat Kota Jakarta Selatan dengan form DAA 1 dari tiap kecamatan.
Namun Betty, yang memimpin rapat tetap melanjutkan rekapitulasi dengan alasan sudah disepakati oleh forum sebelum pending istirahat pada pukul 15.00 WIB. Sesuai kesepakatan, pukul 16.00 WIB sidang kembali dibuka.
Karena keputusan itu, Syarif kemudian meninggalkan sidang. Syarif menyebut DB 1 Jakarta Selatan baru didapatkan. Jika sidang langsung dilanjutkan, mereka belum mencocokkan data suara dari DB 1 dan DAA 1.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...