SERIKATNEWS.COM – Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, aka dibangun gerbang utama baru.
Pemerintah akan membangun gerbang baru bukan bertujuan hanya untuk mempercantik, tapi juga memberi dampak bagi perekonomian masyarakat.
Kepala Satuan Kerja Wilayah Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jateng Kementerian PUPR, Singgih Dwiatma Raharja memaparkan bahwa ada empat titik akses menuju Borobudur yang akan dibangun gerbang.
Empat titik itu di antaranya dari arah Semarang di Pertigaan Blondo (Kecamatan Mungkid), dari arah Yoyakarta di Palbapang (Kecamatan Mungkid), di Desa Kembanglimus (Kecamatan Borobudur), dan dari arah Kulonprogo di Klangon.
“Setiap pintu gerbang akan dihiasi dengan ikon yang menjadi ciri Candi Borobudur,” kata Singgih, dikutip dari Kompas, Rabu (5/2/2020).
Menurutnya, maksud ikon tersebut berupa patung pohon Kalpataru di Blondo, singa di Palbapang, gajah di Gerbang Kembanglimus dan perahu Samudera Raksa di Klangon.
“Rencananya, ikon berupa patung tiga dimensi dengan bentuk yang persis dengan skala tertentu. Ikon dibangun dengan materi dari logam sehingga tahan cuaca, kuat dan ringan,” katanya.
Lebih lanjut, Singgih menuturkan bahwa gerbang yang paling besar adalah gerbang Gajah di Kembanglimus, dengan luas dua hektar. “Gerbang ini sekaligus menghidupkan Balkondes (Balai Ekonomi Desa) yang ada desa tersebut,” imbuhnya.
Gerbang Kalpataru di Blondo dengan akan memiliki luas 1.300 meter persegi. Sedangkan gerbang Singa di Palbapang dengan luas 5.000 meter persegi.
“Pemilihan ikon tersebut bukan tanpa alasan kerena terukir di relief Candi Borobudur. Selama ini orang kurang begitu tahu Borobudur itu sebelah mana, masuknya sebelah mana, sehinggga kita sudah identifikasi pada titik-titik strategis untuk pembangunan gerbang yang sesuai identitas Borobudur,” imbuhnya.
Di gerbang tersebut, nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas dan sarana pendukung yang lengkap bagi wisatawan seperti toilet, pusat suvenir, kuliner dan sarana pendukung lain.
“Anggaran yang dibutuhkan untuk infrastruktur empat gerbang, akses budaya, concourse mencapai Rp118 miliar,” jelasnya lagi.
Dengan anggaran tersebut, pihaknya berharap gerbang itu menjadi identitas yang akan membangkitkan Candi Borobudur menjadi daerah yang hidup, bukan sekadar bangunan monumental, namun memberi dampak positif bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...