SERIKATNEWS.COM – Permintaan batik Sampan di Desa Sungai Kasai Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman yang dikembangkan Rahma Yeni semakin banyak. Hal tersebut mendorong Pemerintahan Desa Sungai Kasai memfasilitasi pelatihan batik.
Pelatihan batik yang dilakukan di rumah Rahma Yeni dalam rangka peningkatan kapasitas perempuan. Pelatihan dilangsungkan selama lima hari. Ada sebanyak 20 orang peserta yang mengikuti pelatihan batik.
“Mereka terdiri perempuan berusia 18 hingga 35 tahun. Sebanyak 75 persen peserta berumur 25 tahun ke bawah. Pelatihan dimulai sejak Kamis (26/11) hingga Selasa (1/12). Pelatihan ini langsung dikenalkan dan dipraktikkan bagaimana membatik,” kata Rahma Yeni, Selasa (1/12/2020), seperti dikutip dari sumbar.siberindo.co.
Pelatihan yang diberikan dimulai dengan pengenalan batik, canting, pemindahan pola, pewarna, adonan warna dan melorod yang merupakan proses akhir. Menurut Rahma, sekitar 80 persen peserta memiliki potensi untuk mengembangkan batik. Banyak peserta yang berbakat untuk mengembangkan batik ini.
Mereka antusias mengikuti pelatihan batik. Meskipun dijadwalkan pelatihan berlangsung pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, tetapi ada peserta yang sudah datang sebelum pukul 08.00 WIB dan pulangnya hingga pukul 18.00 WIB. Peserta menunjukkan besarnya keinginan untuk mahir membatik.
Menurut Rahma, pelatihan membatik bertujuan untuk menambah keterampilan kaum perempuan. Dari keterampilan itu dapat menghasilkan sesuatu yang positif. Selain itu, membuka lapangan pekerjaan membatik. Yang awalnya menganggur, nantinya bisa bekerja membatik.
“Jika mereka sudah pandai membatik, silakan mau bergabung dengan kami, buka usaha membatik sendiri, atau hanya menerima upah dengan mengerjakannya di rumah masing-masing. Bagi kami yang penting itu mereka bisa membatik dan menghasilkan uang,” ujar Rahma.
Dia mengaku tidak khawatir makin banyak warga Sungai Kasai membatik akan merugikannya. Justru semakin banyak yang bisa membatik, akan menguntungkan, yaitu bisa memenuhi permintaan pasar yang makin meningkatkan. “Bahkan jika pesanan dalam jumlah banyak, kita bisa penuhi dengan menghimpun pengrajin batik ini,” imbuh Rahma Yeni.
Salah satu peserta pelatihan, Wirda Sepriana (26), mengaku senang mengikuti pelatihan membatik ini. Alasannya, dirinya suka melukis sehingga tertarik membatik. Meski pelatihan lima hari, Wirda mengaku sudah bisa. “Saya berharap bisa berkembang dengan membatik ini,” kata Wirda yang sebelumnya kader posyandu Desa Sungai Kasai.
Ketua BPD Desa Sungai Kasai Kasmiadi yang meninjau pelaksanaan pelatihan mengatakan bahwa pelatihan membatik ini sengaja dianggarkan dananya melalui Pemerintah Desa. Hal tersebut untuk mengatasi pengangguran di Sungai Kasai.
“Jika pelatihan ini berhasil, tentu akan meningkatkan ekonomi kaum perempuan. Karena ini pelatihan pertama, tingkat dasar, tahun depan akan dianggarkan lagi untuk pelatihan lanjutannya. Sehingga hasil membatiknya semakin baik dan mampu dikembangkan,” kata Kasmiadi.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...