SERIKATNEWS.COM – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (DEMA-FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah dalam rangkaian acara Konsolidasi Nasional Forum Mahasiswa Ushuluddin se-Indonesia (KONSOLNAS-FORMADINA).
Acara yang diselenggarakan di Hotel Rosalia Indah, Jl. Veteran No. 108 A, Umbulharjo, Yogyakarta, selama dua hari, Rabu-Kamis (2-4/12/2020), dihadiri oleh 38 peserta dari 18 instansi, baik instansi negeri maupun swasta.
Ketua pelaksana, Balya, menyampaikan bahwa tereselenggaranya kegiatan ini tidak lain atas dorongan bersama mahasiswa ushuluddin dari berbagai instansi untuk membangun kembali kekuatan Forum Mahasiswa Ushuluddin se-Indonesia (FORMADINA).
“Karena selama ini mengalami vakum cukup lama. Oleh karena itu, mewakili jajaran panitia, sangat mengapresiasi atas kerja sama dari para peserta maupun pihak yang telah membantu atas terlaksananya kegiatan acara ini,” kata Balya.
Ketua DEMA-FUPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Burhan, dalam sambutannya memaparkan, kegiatan ini sebenarnya sudah cukup lama diagendakan. Namun, karena terkendala Covid-19, maka baru dapat terlaksana pada awal bulan Desember 2020 ini dengan segala keterbatasan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Tanpa mengurangi semangat untuk mengabdi membangun kembali sebuah organisasi acar ini tetap bisa dilaksanakan,” imbuhnya.
Kemudian melalui musyawarah para peserta yang hadir, M. Helmi Mighfaza diamanahi untuk menjadi Ketua Umum Formadina. Helmi adalah mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.
Setelah mendapat amanah tersebut, dia berharap satu padu antar wilayah, daerah, dan instansi untuk sama-sama membangun Formadina terus lebih baik lagi.
Helmi mengatakan, ada beberapa poin khusus yang menjadi gagasan dasar untuk merevitalisasi Formadina ke depan. Seperti mengaktifkan kembali Formadina sebagai wadah organisasi nasional, legal formal organisasi, identifikasi lokal atau kurikulum ke-Ushuluddinan.
“Diharapkan agar bisa menjawab Ushuluddin memiliki identitas keilmuan, dan memasifkan dengan kegiatan literasi digital, agar nuansa akademik dan keterampilan menulis mahasiswa ushuluddin terus diasah; sebagai salah satu jalan alternatif counter narasi,” pungkasnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...