SERIKATNEWS. COM –Ormas ini sudah terlalu lama dan sering melakukan aktivitas yang menimbulkan keresahan masyarakat, melakukan berbagai tindak kekerasan atas nama agama dengan dalih menegakkan syariat agama.
Ormas ini sering melakukan tindakan sweeping/razia secara sepihak, persekusi, provokasi dan intoleransi. Lebih dari itu, sejumlah ceramah pentolan FPI tidak sedikit yang mengumbar ujaran kebencian dan diduga mengandung unsur makar.
Bahkan, dalam sejumlah alat bukti salah satunya melalui rekam jejak digital mengindikasikan ormas ini mendukung organisasi teroris seperti ISIS, Al Qaeda, Terorisme di Ambon dan Poso. Dengan rekam jejak digital seperti itu, semestinya tidak harus menunggu lama untuk menindak ormas FPI.
Direktur Eksekutif IPI/ Pemerhati Sosial dan Kebudayaan Karyono Wibowo lagi-lagi mengatakan bahwa lebih baik terlambat daripada tidak ada tindakan sama sekali. Setelah melalui proses panjang, akhirnya baru di era pemerintahan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin, ormas FPI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dihentikan seluruh aktivitasnya.
“Terlepas dari soal lambat atau tidak, langkah yang dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa negara masih hadir untuk melindungi warganya dari ancaman tindak kekerasan, provokasi, sweeping sepihak, persekusi dan tindakan-tindakan intoleran yang selama ini dilakukan oleh FPI”. Ujarnya dalam rilis yang dikeluarkan pada 31/12/20.
Karyono Wibowo menambahkan dampak dari keputusan pemerintah melalui SKB Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Menteri Kominfo, Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Fron Pembela Islam ini di satu sisi jelas menimbulkan kepastian hukum.
“Dimana FPI dianggap sudah tidak ada. Dengan begitiu, masyarakat bisa hidup lebih damai. Negara dapat terhindar atau setidaknya meminimalisasi potensi ancaman ektrimisme beragama yang lebih luas”. Tambahnya Karyono Wibowo.
Lantas bagaimana kondisi pasca keputusan penghentian aktivitas FPI. Sejauhmana perlawanan kubu FPI dan para simpatisannya.
“Menurut saya kelompok FPI ini masih terlalu kecil. Yang membuat mereka besar karena mereka berlindung di balik jubah agama yang sengaja digunakan untuk menarik simpati umat islam. Faktor lain yang membuat mereka terlihat kuat karena diduga ada peran para bandar di balik gerakan FPI”. Kata Karyono Wibowo.
Ormas FPI nampak besar di dunia maya, karena propaganda medianya cukup kuat. Mereka terlihat kuat karena negara lemah dan kelompok silent majority belum bergerak. Oleh karena itu, menurut saya pasca keputusan pemerintah ini tidak akan menimbulkan perlawanan secara signifikan. Namun demikian, perlawanan balik kelompok FPI dan sekutunya tetap harus diantisipasi.
Justru, yang perlu kewaspadaan adalah mengantisipasi strategi gerakan kamuflase, metamorfosis dan infiltrasi kelompok FPI dan loyalisnya ke dalam masyarakat pasca pemberhentian aktivitas dan larangan penggunaan simbol FPI di seluruh Indinesia.
Reporter SerikatNews di Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...