SERIKAT NEWS.COM – Seluruh pertandingan olahraga termasuk sepak bola, kini bisa kembali dihadiri oleh penonton. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Kendati demikian, para penonton yang hadir harus sudah melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
“Seluruh kegiatan kompetisi olahraga dapat menerima penonton dengan syarat sudah melakukan vaksinasi booster dan menggunakan PeduliLindungi,” ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM hari ini.
Adapun syarat lainnya yakni kehadiran penonton tetap dibatasi kapasitasnya. Adapun pembatasan kapasitas disesuaikan dengan level PPKM daerah yang menggelar pertandingan olahraga.
“Kapasitas masing-masing sebagai berikut, Level 4, kapasitas 25 persen penonton, Level 3, 50 persen penonton, Level 2, 75 persen penonton dan Level 1, sebanyak 100 persen penonton,” ungkap Luhut.
Luhut juga menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut diambil dalam rangka transisi menuju aktivitas normal baru.
Menanggapi hal tersebut Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe mengatakan hal ini akan dibicarakan oleh internal PSSI bersama PT LIB.
“Ini akan dibicarakan di internal dan tentu akan melibatkan PT LIB sebagai pihak penyelenggara liga. Kemungkinan akan dicoba pada pelaksanaan Liga 1 Serie ke-5. Sementara untuk Timnas dalam waktu dekat tidak ada Home match. Insya Allah kami siap melaksanakan itu,” Ujar Budiman.
Tanggapan lainnya, disampaikan oleh komentator sepak bola, Mohamad Kusnaeni, ia menilai jika keputusan pemerintah ini merupakan keputusan yang tepat dan patut di apresiasi.
“Dari sisi olahraga, saya kira ini kebijakan yang tepat dan patut diapresiasi. Kita sudah melihat kegiatan olahraga di berbagai belahan dunia dihadiri oleh penonton dan tidak menjadi cluster Covid-19. Lihat saja kompetisi Liga Inggris atau Liga Italia. Lihat juga turnamen tenis di berbagai negara. Semua berjalan dengan baik dengan menghadirkan penonton,” kata pengamat yang biasa disapa dengan Bung Kus ini.
Tak hanya itu, Bung Kus juga menyarankan agar pelaksanaan harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap.
“Hanya saja, Indonesia tetap perlu berhati-hati. Minimal melakukan relaksasi ini secara bijak dan bertahap. Tidak perlu langsung stadion dipenuhi penonton. Mulai dari kapasitas terbatas dulu dan hanya penonton yang sudah divaksin lengkap,” tutup Kusnaeni.
Pendapat yang sama juga disampaikan, Ignatius Indro, Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI). Ia menyambut baik kembalinya suporter ke stadion namun juga jangan terburu-buru dalam pelaksanaannya.
“Untuk Liga 1 sendiri, sisa pertandingan bisa menjadi ajang uji coba agar bisa menemukan formula yang tepat untuk pelaksanaannya. Karena masih pakai sistem buble ini jangan dipaksakan dengan full capacity, tidak adil juga bagi klub-klub yang jaraknya jauh dan tidak menjadi tuan rumah. Lebih baik sekarang sebagai uji coba, dan penonton diterapkan saat kompetisi berikutnya,” pungkasnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...