SERIKATNEWS.COM – Sebelum dunia metaverse merambahi kehidupan kita, para musisi mengadakan konser-konser musik secara langsung di hadapan penggemarnya. Penjualan tiket berlangsung bahkan beberapa bulan sebelum hari H melalui berbagai layanan pembelian. Para penggemar dapat langsung melihat aksi panggung musisi, yang tentu saja berbeda feeling-nya dengan melihat di televisi.
Bersamaan dengan merebaknya pandemi Covid-19 di awal 2020, teknologi internet kian merasuk ke dalam keseharian kita, mempermudah pelbagai kegiatan masyarakat yang terhambat oleh aturan-aturan penanganan wabah. Teknologi blockchain dan metaverse merupakan dua hal yang sedang marak, bukan saja sebagai topik perbincangan namun sudah menjadi bagian dari aktivitas kekinian. Teknologi ini juga telah terlibat dalam dunia musik, khususnya dalam penyelenggaraan konser musik.
Dalam konferensi pers pada tanggal 18 April 2022, Mocca bersama Paras dan Realitychain.io mengumumkan rencana akan mengadakan konser Mocca Love Fest pada tanggal 23 April 2022. Tak hanya konser musik di metaverse, para fans juga bisa menikmati dan mengkoleksi NFT dari Mocca.
“Blockchain dan metaverse memang memungkinkan lebih banyak inovasi yang dapat dilakukan para artis. Jika dulu banyak yang suka mengoleksi piringan hitam, sekarang bisa dilakukan dengan teknologi NFT. Para fans yang tidak bisa datang secara fisik, sekarang bisa mengikuti konser secara live di metaverse, bersama fans lainnya,” terang Rahmat Albariqi, CEO Paras Digital.
Tuhu Nugraha, seorang konsultan bisnis digital dan peneliti dunia metaverse ikut berkomentar. “Konser Mocca di Paras dan Realitychain menunjukkan Metaverse adalah masa depan yang tak terelakkan, akan ada banyak sekali peluang dan potensi yang bisa dieksplorasi dari sini. Ini bukan hanya kaitannya dengan kreativitas, tapi potensi ekonomi dan keahlian keahlian baru yang akan banyak dicari,” ungkapnya dalam keterangan tertulis secara terpisah.
Cara Bermusik Gaya Baru
Sebagai band musik yang sudah malang melintang di dunia pertunjukkan, para personel Mocca dan juga manajemen mereka menunjukkan antusiasme mereka dalam menjawab tantangan baru ini. “Dari dulu Mocca selalu menyukai suatu hal yang baru dan unik, nah kali ini kita senang sekali bisa bikin konsep konser metaverse bersama team Reality Chain yang di dalamnya seru dibuat seperti event offline,” ujar Toma Pratama, bassist Mocca.
Sang vokalis, Arina Epiphania juga menambahkan bahwa setelah 23 tahun berkarya, konser metaverse merupakan pengalaman baru yang menarik.
Manajemen Mocca juga menunjukkan kesiapan untuk bergabung dalam dunia metaverse. “Sambil berjalan, sambil belajar, Mocca dan tim managemen banyak dibantu oleh teman-teman reality chain, paras, myriad social, dan dao records selama proses persiapan konser Mocca Love Fest di metaverse,” katanya.
Bukan itu saja, manajemen Mocca mengundang para penyelenggara kegiatan lainnya untuk melibatkan Mocca di dalam acara-acara serupa. Penyelenggara kegiatan dapat menghubungi manajemen Mocca melalui nomor telepon 0818622344.
Mocca dan manajemen bahkan telah merencanakan terjun di dunia metaverse dengan merilis NFT music yang pasti akan menjadi kejutan.
Menyatukan Metaverse
Penyelenggaraan konser metaverse ini bukan hanya ikut-ikutan tren masa kini. Reality Chain berupaya menjadi penjembatan di antara metaverse yang ada, sehingga tercapai cita-cita inovator metaverse, William Gibson dan Neal Stephenson.
“Saat ini ada kecenderungan metaverse berjalan dengan dunianya sendiri-sendiri. Padahal visi awalnya agar manusia bisa berpindah dari satu dunia ke dunia lain dalam satu realita,” ungkap Pandu Sastrowardoyo, founder Realitychain.
Penyelenggaraan konser ini hanya sebuah titik awal agar bisa menciptakan pengalaman yang tanpa batas dengan konsep internet of metaverse. Pandu dan tim tidak akan berhenti pada titik ini, dan akan terus menciptakan keterhubungan antara para pengguna metaverse.
Menyukai ini:
Suka Memuat...