JAKARTA – Sebanyak 3.310 gampong atau desa di aceh terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor. Artinya, dari total 6.497 gampong di Aceh, sudah lebih dari 50 persen terdampak langsung bencana ini.
Juru bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA mengungkap wilayah terdampak bencana ada 18 kabupaten/kota dari 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh, 229 kecamatan, dan 3.310 desa atau gampong. Dari 18 kabupaten/kota terdampak itu, 15 di antaranya masuk dalam posisi siaga darurat.
“Lima belas kabupaten/kota yang masuk dalam posisi siaga darurat itu yakni, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tengah dan Nagan Raya. Sedangkan tiga kabupaten/kota lainnya, yakni Aceh Barat, Aceh Besar dan Pidie, dalam posisi tanggap darurat,” kata Muhammad dalam konferensi pers, Kamis (4/12/2025).
Muhammad juga melaporkan kerusakan fasilitas umum akibat banjir dan longsor. Ada 138 unit perkantoran rusak, 51 unit tempat ibadah rusak, 201 unit sekolah rusak, 64 unit pondok pesantren rusak, dan 204 unit rumah sakit/puskesmas rusak.
“Kerusakan jalan 302 titik, jembatan 152 unit. Lalu benda, rumah 78.076 unit, ternak 182 ekor, sawah 55.404 hektar dan kebun 12.700 hektar,” terangnya.
BNPB melaporkan, hingga Kamis (4/12) sore, jumlah korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) serta Sumatra Barat (Sumbar) bertambah menjadi 836 orang. Rinciannya, di Aceh ada 325 korban meninggal dunia, di Sumut tercatat 311 korban meninggal dunia, dan di Sumbar ada 200 korban meninggal dunia.
Untuk korban hilang di Aceh tercatat ada 170 orang, dan di Sumut ada 127 jiwa. Sementara itu, di Sumbar sebanyak 221 jiwa. Total ada 518 korban hilang yang masih dalam pencarian. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...