JAKARTA – Pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Data Refinitiv menunjukkan bahwa rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$, yang berarti kembali mencatatkan level terburuk sepanjang sejarah.
Deputi Gubernur BI Destry Damayanti menuturkan pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai. Kondisi tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara berkembang.
“Selain itu kebutuhan (dolar) domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran ULN,” ungkap Destry seperti dilansir CNBC Indonesia.
Destry menegaskan BI akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya. BI juga akan terus memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik.
Intervensi yang berkesinambungan akan terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Hal itu juga disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga saat ini masih dalam perhitungan asumsi makro APBN 2026. Oleh sebab itu, ia memastikan kondisi APBN tidak banyak terdampak, termasuk beban pembayaran kupon bunga utang yang dalam bentuk dolar AS.
“Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya. Cuman kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu,” katanya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...