SUMENEP – Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep yang jatuh pada Sabtu (31/10/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberikan penghargaan khusus kepada SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI). Apresiasi ini diberikan atas kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga serta melestarikan ekosistem pesisir dan lingkungan hidup di wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan berbagai program lingkungan yang diinisiasi KEI di area operasionalnya, yang mencakup aspek rehabilitasi maritim, pengelolaan sampah, edukasi untuk generasi muda, hingga penguatan ketahanan pangan lokal.
Ragam Program Pelestarian Lingkungan Pesisir
Kangean Energy Indonesia telah merealisasikan sejumlah tindakan konkret untuk melindungi ekosistem kepulauan, antara lain:
- Rehabilitasi Laut: Melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di kawasan perairan Pagerungan Kecil, Pagerungan Besar, dan Sadulang.
- Perlindungan Pantai: Menanam pohon mangrove secara berkala di Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Sadulang, dan Sepanjang guna mencegah abrasi dan menjaga keseimbangan pesisir.
Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Di sektor kebersihan lingkungan, KEI mendirikan Recycle Center di Pagerungan Besar. Upaya ini diperkuat melalui pembentukan Unit Pengelola Sampah di Desa Sapeken dan Pagerungan Besar agar sistem pengelolaan sampah di wilayah kepulauan dapat berjalan secara mandiri, terarah, dan berkesinambungan.
Langkah ini juga dipadukan dengan gerakan sosial bernama Gerakan Lestari (Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri). Melalui gerakan ini, program “Sekolah Berseri” diterapkan di SD Negeri 1, 2, dan 3 Pagerungan Besar serta MI Al Kautsar. Berbagai aktivitas pendukung juga digalakkan, seperti aksi bersih-bersih pantai, kampanye peduli lingkungan via media poster, lokakarya pembuatan ecobrick, hingga pelatihan daur ulang limbah plastik.
Selain berfokus pada ekosistem laut dan sampah, perusahaan turut membangun kesadaran generasi penerus lewat program Sekolah Bahari Taruna Persada di Desa Sadulang. Sementara untuk menyokong sektor penghijauan darat dan ketahanan pangan, KEI menginisiasi penanaman pohon buah-buahan di wilayah internal operasi migas serta menggerakkan aksi penanaman pohon sukun di lingkungan sekitar.
Apresiasi dan Dorongan Kolaborasi Multi-Pihak
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi pendekatan komprehensif yang dilakukan KEI. Menurutnya, langkah pelestarian ini menyentuh berbagai sektor krusial secara sekaligus, mulai dari pemulihan hayati laut hingga edukasi masyarakat bawah.
“Langkah ini membuktikan betapa pentingnya sinergi yang kuat antara jajaran pemerintah, pelaku usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat kepulauan demi menjaga kelestarian alam secara jangka panjang,” tutur Bupati Fauzi. Ia pun berharap kemitraan yang produktif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi kemaslahatan masyarakat Sumenep di masa depan.
Merespons penghargaan tersebut, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam di sekitar wilayah operasi kepulauan adalah komitmen mutlak yang wajib dipegang oleh industri hulu migas.
“Di daerah kepulauan seperti Sumenep, operasional hulu migas dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan. Penghargaan ini menjadi bukti otentik bahwa program KEI di lapangan berjalan efektif. SKK Migas dan KKKS berkomitmen penuh tidak hanya untuk memproduksi energi nasional, tetapi juga menjaga ruang hidup dan ekosistem masyarakat setempat,” jelas Anggono.
Senada dengan hal itu, Manager Public and Government Affair sekaligus Penanggung Jawab Program PPM KEI, Kampoi Naibaho, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi suntikan motivasi bagi perusahaan untuk terus konsisten melakukan pelestarian alam berbasis pelibatan masyarakat.
“Bagi kami di KEI, merawat lingkungan bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan menumbuhkan kesadaran kolektif agar kepedulian terhadap alam berubah menjadi gerakan bersama yang mandiri,” kata Kampoi di Pagerungan Besar, Sabtu (31/10/2026).
Kampoi juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran Pemkab Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Kepala Desa di Kecamatan Sapeken dan Raas, para kepala sekolah, serta kelompok pemuda karang taruna di kawasan Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, dan Sadulang yang telah menjadi mitra strategis menyukseskan program ini.