Connect with us

Ekonomi-Politik

Abdul Halim Tekankan Pembelanjaan Dana Desa untuk Kegiatan Padat Karya

Published

on

Mendes
Foto: Matin/Kemendes PDTT

SERIKATNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar kembali menggelar telekonferensi di Ruang Kendali Kantor Kementerian Desa, PDTT, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Mendes berkomunikasi dengan pemangku kebijakan terkait desa di 6 kabupaten, yakni Kabupaten Kubu Raya (Kalimantan Barat) Tojo Una-una (Sulawesi Tengah), Boyolali (Jawa Tengah), Situbondo (Jawa Timur), Belitung (Bangka belitung) dan Kabupaten Gianyar (Bali).

Telekonferensi dalam bentuk “Tanya Gus Menteri” ini rutin dilakukan Mendes Abdul Halim Iskandar sebagai upaya pemantauan langsung lewat saluran telekomunikasi terkait dengan penyaluran dan penggunaan Dana Desa tahun 2020. Menurutnya, telekonferensi tersebut untuk mengetahui strategi percepat pencairan dana desa dan kegiatan pembangunan dalam program Padat Karya yang langsung dijalankan pada bulan ini.

Mendes Abdul Halim menekankan, agar setiap desa fokus pembelanjaan Dana Desa Tahap I untuk kegiatan-kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang dapat hasilkan manfaat berlimpah. Pembangunan desa bisa segera dilaksanakan, karena gunakan bahan-bahan lokal, tenaga kerja lokal, dan sumber daya lokal.

Apalagi, terkait waktu pemberian upahnya dilakukan secara tunai harian atau mingguan agar bisa mempercepat dana sampai ke warga, terutama keluarga miskin, pengangguran, dan penderita stunting.

“Dari upah tersebut nantinya bisa langsung dibelanjakan untuk keperluan rumah tangga terutama untuk bahan pangan. Sehingga, akan menimbulkan perputaran ekonomi di dalam desa itu sendiri,” katanya.

Selain PKTD, Abdul Halim menekankan agar dalam penggunaan dana desa diprioritaskan untuk penguatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), lalu untuk pengembangan ekonomi desa.

“Kemudian kalau penggunaan untuk infrastruktur diharuskan yang bersentuhan dengan berbagai usaha peningkatan SDM dan pengembangan ekonomi desa,” katanya.

Advertisement

Popular