SERIKATNEWS.COM – Unjuk Rasa Aliansi Aktivis Peduli Herman, yang terdiri dari HMI Cabang Sumenep, APPS, APM, KOPI, PP HAM dan MPR Madura Raya (AAPH) tuntut Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, pulihkan nama baik dan klarifikasi pernyataan buruk yang dituduhkan kepada (alm) Herman, korban penembakan lima oknum Resmob Polres Sumenep.
Akibat tidak ditemui Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, massa unjuk rasa sempat bentrok dan saling dorong dengan anggota Polres Sumenep yang sedang bertugas mengamankan unjuk rasa, di depan Mapolres Sumenep, Rabu 23 Maret 2022.
M. Shohir Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, masih ragu mencabut pernyataannya, yang menyebutkan (alm) Herman diduga begal.
“Kami, minta jawaban yang kongkret bu, bukan permohon maaf secara umum,” teriak M. Shohir dengan lantang memanggil nama Kasi Humas Polres Sumenep.
Tidak lama kemudian, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, menemui massa unjuk rasa, dan minta maaf atas segala ucapannya yang menyakiti masyarakat Sumenep.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, mohon maaf kepada seluruh kawan-kawan dan masyarakat Sumenep, apabila ucapan saya yang beredar telah melukai hati,” ungkap AKP Widiarti S.
Bahkan, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, menyampaikan permohonan maaf di hadapan istri (alm) Herman, yang hadir di sela sela unjuk rasa berlangsung.
Namun, lagi-lagi massa aksi belum juga puas dengan permintaan maaf Kasi Humas Polres Sumenep tersebut. Sebab menurut massa aksi, polres sumenep dalam hal ini Kasi Humas Polres Sumenep, Widiarti untuk mempertegas bahwa almarhum Herman bukan begal dan maling seperti yang dituduhkan.
“Kendati demikian, kami akan datang ke Mapolres Sumenep, untuk mendesak Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, mencabut ucapannya yang merusak nama baik almarhum Herman,” pungkas Shohir sambil membubarkan mobil komando.
Menyukai ini:
Suka Memuat...