SOLOK – Sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kembali terdampak banjir bandang akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak pagi hari. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Solok untuk meningkatkan langkah antisipasi dan penanganan darurat di daerah rawan bencana.
Wakil Bupati Solok, Candra, pada Sabtu (3/1/2026), melakukan peninjauan langsung ke sejumlah nagari yang berpotensi terdampak banjir bandang, yakni Nagari Saniangbaka, Muaro Pingai, dan Paninggahan di Kecamatan Junjung Sirih. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menyusul cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Dalam peninjauan itu, Candra mengapresiasi respons cepat PT PLN (Persero) yang segera memindahkan tiang listrik yang terdampak erosi dan dinilai membahayakan keselamatan warga karena debit air telah mencapai badan jalan.
Ia menegaskan bahwa penanganan darurat terus dilakukan secara terkoordinasi dan lintas sektor. Wabup Solok turut didampingi Purnomo dari PT Adhi Karya serta Joko Fernandes dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang untuk meninjau titik-titik kritis aliran sungai.
“Untuk penanganan sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna telah mengamankan rumah warga yang jebol akibat terjangan banjir di wilayah Muaro Pingai dan Paninggahan,” ujar Candra.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi lapangan. Melalui sambungan video call, Kepala Dinas PUPR melaporkan bahwa debit air kembali meningkat di Nagari Paninggahan, sehingga diperlukan penambahan alat berat untuk penanganan darurat di wilayah Muaro Pingai dan Paninggahan guna meminimalisir dampak lanjutan.
Wabup Solok juga meninjau langsung Batang Paninggahan untuk memantau intensitas aliran sungai. Dari hasil pemantauan, debit air terpantau cukup besar dan berpotensi memicu banjir susulan.
“Masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai, kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila diperlukan, lebih baik mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi Batang Paninggahan, Batang Muaro Pingai, Batang Saniangbaka, serta beberapa sungai lainnya saat ini sudah mengalami kenaikan debit air,” kata Candra.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memperkuat langkah penanganan darurat, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
Menyukai ini:
Suka Memuat...