SERIKATNEWS.COM – Puteri Fitria Lesbasa, Bendahara Umum Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PB PMII) mendesak pemerintah pusat agar mempercepat Program Maluku Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Ambon New Port (ANP). Adapun LIN tersebut pertama kali dicanangkan oleh Presiden RI ke 6, Soesilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Ambon, Maluku, pada pelaksanaan Sail Banda yang dipusatkan di Pelabuhan Yos Soedarso, Selasa 3 Agustus 2010.
SBY menyatakan saat ini menyatakan bahwa pemerintah mendukung upaya masyarakat Maluku meningkatkan produksi ikan dan menjadi Daerah Lumbung Ikan Nasional. Pasca pelaksanaan Sail Banda tersebut, pemerintah daerah Maluku kemudian melakukan terobosan untuk menjadikan Maluku sebagai Kawasan Lumbung Ikan Nasional (LIN) dengan menyiapkan Naskah Akademik (Masterplan) guna mendukung implementasi program LIN tersebut.
“Sejak saat itu, rapat-rapat pun dilaksanakan baik di daerah maupun di pusat dengan kementerian terkait Kelautan dan Perikanan, yang akhirnya pada tanggal 27 Agustus 2014, pemerintah provinsi Maluku dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana Lumbung Ikan Nasional di Maluku, dan menjadi konsep serta program kerja dalam menunjang Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional,” ungkap Fitria kepada Serikatnews.com, di Jakarta, Jumat, 01 April 2022.
Sebagai informasi, pada tahun 2016 juga Presiden RI datang bersama 3 menteri ke Ambon dan menyampaikan akan dibangun ground breaking bulan November 2017. Semenjak saat itu masyarakat Maluku menaruh harapan besar serta bahagia dalam menantikan LIN untuk segera direalisasikan.
Kendati demikian, dalam rapat beberapa hari yang lalu, Komisi IV DPR RI, Rabu 23 Maret 2022 lalu, Menteri KKP menyebut proyek LIN yang masuk 3 Wilayah Pengelola Perikanan (WPP) di Maluku tidak ada anggarannya. Tak hanya itu, keberadaannya pun dipersoalkan karena antara hulu dan hilir tidak berintegritas.
“Wilayah timur adalah wilayah dengan potensi hasil laut yang sangat kaya dan luas terutama di Maluku. Terumbu karang yang masih terjaga keasliannya kekayaan biota laut yang tidak terhitung jumlahnya, menjadi sumber mata pencaharian masyarakat yang notabene nelayan dengan jumlah penangkapan ikan terbesar,” tutur Fitria Lesbasa.
“Sebagai provinsi kontribusi terbesar, dengan 37 persen dari sektor Perikanan dan Kelautan, maka saya sebagai puteri asal maluku merasa tidak ada alasan yang konkret untuk Ambon New Port (ANP) dan Maluku Lubung Ikan Nasional (LIN) ditunda ataupun tidak direalisasikan di Maluku,” tambahnya.
Lebih lanjut lagi, ia juga memaparkan jika potensi serta sumber daya laut Maluku sangat berpengaruh besar terhadap pendapatan negara. Tentunya akan membebaskan Maluku dari kata ketertinggalan. “Sebab hal itu akan sangat berpengaruh terhadap pemberdayaan masyarakat Maluku, serta mampu memperbaiki taraf ekonomi, pembangunan, pendidikan dan masih banyak lagi manfaat yang dapat dinikmati masyarakat maluku,” pungkasnya. (*)
Menyukai ini:
Suka Memuat...