SERIKATNEWS.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Tsinghua University China terkait riset desain reaktor suhu tinggi berpendingin gas atau High-Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR).
HTGR merupakan salah satu jenis reaktor nuklir generasi keempat yang memiliki banyak keunggulan dibanding reaktor nuklir generasi ketiga. Salah satunya, lebih aman dan menghasilkan panas yang dapat digunakan oleh industri untuk memproduksi gas hidrogen.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Rohadi Awaludin mengatakan kolaborasi ini telah berkontribusi besar dalam peningkatan kapasitas tim dan kemajuan penelitian serta pengembangan teknologi HTGR di Indonesia.
“Riset dan pengembangan teknologi HTGR telah dilakukan oleh periset BRIN yaitu di Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) dan Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR),” kata Rohadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 4 Mei 2023.
Pihaknya juga berharap kedua pusat riset tersebut dapat memanfaatkan kerja sama dengan Universitas TsiTsing dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Sementara itu, profesor dari Institut Nuklir dan Teknologi Energi Terbarukan Universitas Tsinghua, Sun Jun, mengatakan China sedang mencanangkan target dual carbon goals dengan tujuan emisi karbon pada 2030 dan mencapai keseimbangan karbon pada 2060.
“Peran reaktor HTGR cukup besar di China, di antaranya sebagai penghasil energi yang berdampingan dengan reaktor PWR. Selain itu juga sebagai penghasil uap panas dan produksi hidrogen,” katanya.
Selain itu, Sun berharap kolaborasi yang terjalin antara BRIN dan Universitas Tsinghua dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dan masyarakat pada umumnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...