Connect with us

Ekonomi

Budi Arie: Desa akan Pimpin Kebangkitan Ekonomi dari Krisis

Published

on

Ilustrasi desa

SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi menyebut masyarakat desa sebagai kelompok masyarakat yang paling siap untuk bangkit dari krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Desa adalah masyarakat yang paling siap untuk rebound, yang paling siap untuk bangkit ekonominya pasca-pandemi COVID-19 ini,” kata Wamendes Budi Arie Setiadi melalui video conference, Selasa (23/6/2020).

Dia memaparkan bahwa alasan kesiapan desa lebih cepat bangkit karena telah terbentuk kemandirian ekonomi masyarakat desa. Dari total 74.953 desa yang ada, sebesar 86 persen memiliki basis ekonomi pertanian yang berpotensi menjadi pusat produksi pertanian.

“Produksi pertanian menjadi pendorong kebangkitan ekonomi nasional. Ini juga bisa menjadi sumbangsih desa sebagai ketahanan pangan,” tegas Budi.

Budi juga memaparkan bahwa pemerintah menyediakan lahan di kawasan transmigrasi sebesar 1,8 juta hektare (ha). Lahan tersebut merupakan modal kerja utama masyarakat desa.

“Sebanyak 509 ribu ha lahannya siap dipakai untuk produksi tanaman pangan, khususnya padi,” imbuhnya.

Selain itu, Budi mengatakan kebangkitan ekonomi desa dari krisis pandemi didasarkan pada kuatnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes inilah merupakan usaha mandiri perangkat desa yang disesuaikan dengan potensi desa tersebut.

“Ada total 37.125 BUMDes aktif di seluruh Indonesia yang memasarkan dan melayani kebutuhan desanya masing-masing. Kami lihat dari indikasi pusat-pusat ekonomi yang berpeluang rebound lebih cepat sekaligus membentuk kebiasaan baru meliputi kelompok pertokoan di 6.809 desa dan desa yang memiliki pasar dengan bangunan permananen di 6.236 desa,” jelasnya.

Selain itu, terdapat 8.781 desa yang memiliki pasar dengan bangunan semi permanen, 4.317 desa dengan pasar tanpa bangunan, serta 3.429 desa wisata yang memiliki fasilitas penginapan.

Baca Juga:  Indonesia Paling Banyak Impor Bawang Putih dari China

Budie kemudian mengungkap bahwa infeksi virus korona di pedesaan tidak terlalu terasa. Dapat dilihat per 22 Juni 2020, tercatat 894 orang positif virus korona dari total sekitar 47 ribu orang.

“Ada sekitar dua persenan saja (korban virus korona) yang melanda masyarakat desa,” pungkas Budi Arie Setiadi.

Advertisement

Popular