SERIKATNEWS.COM – Setiap tahunnya, masyarakat masih berhadapan dengan kontroversi ucapan ‘selamat Natal’, tidak terkecuali menjelang Natal 2019 yang akan jatuh tiga hari lagi. Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyampaikan pendapatnya untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.
Dia berpendapat bahwa ucapan selamat Natal adalah bagian dari kesadaran bermuamalah. Robikin pun melihat tindakan tersebut sebagai upaya menjaga hubungan sosial. Menurutnya, mengucapkan selamat Natal sebagai bentuk menghormati kawan atau berempati kepada sesama warga bangsa termasuk dalam ranah ukhuwah wathaniyah atau menjaga persatuan sebangsa.
“Indonesia kan negara majemuk. Apalagi ucapan Natal itu dimaksudkan sebagai ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi Isa A.S sebagai rasul,” ujar Robikin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/12/2019).
Menurut Robikin, toleransi itu dalam dimensi ukhuwah basyariyah atau persaudaraan kemanusiaan. Toleransi tak berada di ranah teologis. Adapun prinsip umum yang tidak boleh dilangkahi dalam menerapkan prinsip toleransi jelas tercantum dalam Alquran.
“Lakum diinukum wa liya diin. Bagi kalian agama kalian, bagi kami agama kami. Kalau sudah menyangkut akidah tidak boleh kita pertukarkan,” jelasnya.
Dengan panduan tersebut, Robikin menuturkan momentum Natal justru bisa menjadi ajang mempererat dan mengikat kembali tali kebangsaan Indonesia. Namun, upaya mengikat tali kebangsaan tidak sebatas ucapan selamat Natal.
“Saya mengimbau, jauh lebih bernilai apabila ada kemauan bersama di antara para pemeluk agama yang berbeda untuk membuka ruang dialog antar umat. Ruang-ruang dialogis penting untuk terus menguatkan tali persatuan kita,” ujar Robikin.
Dia pun mengungkapkan bahwa ulama-ulama di Indonesia tak satu suara alias memiliki beragam pendapat. Ada yang melarang, ada pula yang membolehkannya. Robikin sepakat dengan pendapat ulama asal Mesir, Syekh Yusuf Qaradhawi, bahwa boleh atau tidaknya ucapan selamat Natal dari umat Muslim kepada Kristiani dikembalikan kepada niatnya. Jika berniat untuk menghormati, maka tidak masalah.
“Kalau dalam dimensi itu, menyampaikan ucapan Natal saya kira tidak mengganggu akidah (keyakinan) kita,” ucapnya.
Dia juga mengingatkan bahwa konsep kebhinekaan menjadi pilar kebangsaan Indonesia. Kemajemukan dalam masyarakat justru menjadi sumber kekuatan utama bangsa.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...