SERIKATNEWS.COM – Guna mengedukasi dan mengantisipasi terjadinya pernikahan usia dini di tengah-tengah masyarakat, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-guluk Posko 41 yang bertempat di Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep menggelar seminar Pendidikan Pra nikah pada Minggu (10/9/2023). Kegiatan tersebut dilangsungkan di balai desa setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pemdes Romben Guna beserta aparaturnya, tokoh masyarakat, narasumber kegiatan serta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Dungkek.
Menurut Muhammad Affan, salah satu peserta KKN Instika Guluk-guluk, tujuan dari diadakannya seminar ini untuk mengenalkan pendidikan pra nikah, karena menikah harus memiliki kesiapan bekal baik berupa ilmu, kesiapan mental dan manajemen emosi agar tercipta keluarga sakinah mawadah warahmah.
Dalam kegiatan bernuansa edukatif itu, Firmansyah, Sekretaris Desa Romben Guna mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Instika. Menurutnya, ini merupakan langkah pengenalan ilmu seputar persiapan pernikahan yang sudah selayaknya dimiliki oleh orang yang hendak melangsungkannya.
Sementara itu, K. M. Faizi yang bertindak sebagai penyaji dalam kesempatan tersebut mengurai secara komprehensif seputar pernikahan teruntuk generasi muda agar nantinya ada bekal serta persiapan matang untuk melangsungkan pernikahannya.
Sastrawan Asal Madura itu menceritakan awal mula digagasnya Program Pendidikan Pra Nikah tersebut. “Karena beliau melihat angka kasus perceraian di Indonesia meningkat fantastis, dari 2 juta pernikahan, ada lebih dari 400 ribu kasus perceraian,” jelasnya.
“Karena kalau menikah hanya berdasarkan cinta, manusia hanya bisa cinta pada seseorang itu maksimal 9 tahun, selebihnya iman yang bisa membuat pernikahan bertahan. Pernikahan itu merupakan ibadah yang sangat lama; seumur hidup,” imbuhnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Al-Furqan itu mengibaratkan, untuk mendapatkan ijazah sekolah saja harus menunggu beberapa tahun lamanya. “Masak untuk menikah seumur hidup tidak ada persiapan matang sebelumnya,” timpalnya.
Terakhir dalam penyampaian beliau yang perlu diperhatikan dalam memilih menikah itu ada beberapa persiapan:
1. Manajemen emosi
Lelaki itu superior, harus selalu kuat bagaimanapun, sedangkan wanita tak mau salah. Makanya kalau misalkan istri memecahkan piring, jangan salakan istrinya, salahkan piringnya. Kalau sudah emosi di manage, maka tidak akan ada pertengkaran.
2. Memahami kesenjangan
Karena tak selamanya pasangan itu sekufu’, yang laki ganteng, si istri harus cantik. Kan tidak mungkin. Kesenjangan itu pasti, yang dicari bukan perbedaannya, tetapi carilah persamaannya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...