SERIKATNEWS.COM – Cermat Demokrasi melakukan audiensi dengan KPU DIY pada Rabu, 13 Juli 2022, di Kantor KPU DIY, Muja Muju, Yogyakarta. Salah satu pokok pembahasannya adalah mendorong KPU DIY untuk menggandeng anak muda dalam pengawalan pemilu.
Koordinator Program dan Pengembangan Cermat Demokrasi, Rais Assad Faiz, mengatakan pemilu sebagai pintu strategis untuk mencapai cita-cita bangsa harusnya melibatkan kalangan anak muda sebagai elemen penting. Hal tersebut yang ingin didorong kepada penyelenggara dalam hal ini KPU DIY untuk menggandeng anak muda dalam pengawalan pemilu, baik yang bersifat tahapan maupun non-tahapan.
“Secara lebih spesifik ada tiga pokok bahasan yang kami sampaikan dalam audiensi tersebut. Pertama, meminta KPU DIY untuk melibatkan anak muda dalam penyelenggaraan pemilu khususnya di PPK (panitia pemilihan kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara), dan KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara). Kami tidak ingin tragedi pemilu 2019 terulang kembali, maka kami ingin penyelenggara memprioritaskan anak muda sebagai petugas pelaksana pemilihan,” katanya.
Kedua, penguatan penggunaan media sosial dalam mensosialiasikan agenda pemilu 2024 untuk menyasar anak muda. Ketiga, menanyakan kesiapan KPU DIY untuk menyelenggarakan pemilu 2024.
“Terutama tentang kasus yang menjadi isu di DIY adalah formulir A5 yang belum tersosialisasikan maksimal pada pemilu 2019 lalu. Karena hal ini menyebabkan banyak mahasiswa perantau tidak bisa menggunakan hak pilihnya di pemilu,” imbuh Rais Assad Faiz.
Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan hal tersebut sebenarnya tantangan kita terutama di tengah masyarakat bagaimana pemilu ini menjadi milik semuanya. Tidak hanya dikerjakan oleh mereka yang memiliki kepentingan tertentu.
Menurut Hamdan Kurniawan, KPU DIY senang ketika lebih banyak orang dengan berbagai latar belakang bisa mengambil peran keterlibatan di pemilu. Seperti Cermat Demokrasi menjadi bagian yang nanti dapat menyokong dan mendukung proses demokratisasi pemilu terutama di DIY.
“Kami selalu welcome dengan pihak mana pun yang ingin menyokong pemilu kita, apa yang telah disampaikan apa yang telah dikerjakan oleh Cermat Demokrasi sudah riil. Saya kira kita sudah berada pada frekuensi yang sama dan semangat yang sama untuk menjadikan pemilu kita menjadi lebih baik lagi,” kata Hamdan Kurniawan.
Sementara menurut Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Ahmad Sidqi, selain ada pembatasan usia yaitu maksimal 50 tahun, KPU DIY juga mendorong anak muda untuk menjadi petugas pemilihan. Kini dalam upaya menjalin kerja sama dengan kampus-kampus yang ada di DIY.
“Kerja sama yang diupayakan ini menggunakan skema kampus merdeka sehingga dapat mendorong mahasiswa untuk menjadi KPPS. Sekiranya mahasiswa didorong menjadi KPPS dan itu dihitung menjadi bagian dari SKS,” pungkasnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...