SERIKATNEWS.COM – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, menggelar konferensi pers memberi dukungan terhadap Kepala Desa (Kades) setempat, Iqbal Ali Warsa untuk tetap pada jabatannya.
Dalam konferensi pers yang digelar BPD pada Senin (20/3/2023), masyarakat berbondong-bondong menghadiri untuk memberikan dukungannya terhadap Iqbal agar tetap memimpin Desa Temenggungan.
Ketua BPD setempat Sugianto mengatakan kalau konferensi itu digelar pasca dirinya difitnah telah memberikan komentar kepada salah satu media online jika dia mendesak Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Timbul Prihanjoko menonaktifkan Kades Iqbal.
Hal itu, menurut Sugianto, buntut dari kasus yang menimpa Iqbal, di mana Iqbal ditetapkan sebagai terdakwa atas dugaan memberikan keterangan dan sumpah palsu saat menjadi saksi kasus perceraian kakaknya di tahun 2022 lalu.
“Secara otomatis, sesuai dengan petunjuk BPD saya harus meminta salinan dakwaan ke PN (Pengadilan Negeri) untuk disampaikan kepada Wakil Bupati Probolinggo tapi kami tidak dapat,” kata Sugianto.
Saat meminta salinan dakwaan itu ke Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, lanjutnya, dia lalu bertemu dengan seseorang yang mengaku wartawan. Wartawan tersebut mewawancarai dirinya terkait tujuannya ke PN, dan termasuk langkah yang akan diambil BPD terhadap kasus Iqbal.
Namun, sambungnya, dirinya kaget ketika beredar link berita tentang komentarnya yang mengatakan jika dirinya mendesak Wakil Bupati Probolinggo segera menonaktifkan Iqbal sebagai kepala desa, padahal saat wawancara dirinya sama sekali tak menyebut kata nonaktif.
“Ketika dapat beritanya dan saya baca beritanya, langsung kaget, kok bisa seperti itu, itu tidak benar. Wong saya tujuannya ke pengadilan meminta lampiran, bukan tujuan menonaktifkan. Padahal saat wawancara tak sedikitpun saya nyinggung nonaktifkan kades,” aku Sugianto.
Tak hanya itu, menurut Sugiono, di pemberitaan itu juga dituliskan seakan-akan dirinya menilai Kades Iqbal, sombong, sering bertentangan dengan peraturan, serta tidak tranparansi dalam hal pemanfaatan dana desa.
“Ini fitnah sudah, mengadu domba ini. Akibat munculnya berita tersebut situasi desa jadi panas. Sehingga kami langsung menggelar jumpa pers dengan teman-teman wartawan yang medianya jelas,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News Probolinggo
Menyukai ini:
Suka Memuat...