SERIKATNEWS.COM – Media memiliki peran penting dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV). Penyebaran informasi terhadap penyakit HIV dan AIDS sesuai fakta merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan media dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.
Hal tersebut disampaikan oleh Komisi Penangulangan AIDS (KPA), Siti Baruni, dalam pertemuan serial diskusi bertemakan “Pertemuan Serial Jurnalis Mengenal HIV & AIDS Lebih Dalam” bertepatan di rumah makan Ingkung Grobog.
“Kalau berbicara mengenai HIV dan AIDS biasanya hal tersebut sangat dekat dengan stigma dan diskriminasi,” buka Runi dalam acara yang diselenggarakan oleh Jaringan Advokasi HIV dan AIDS (JAVA) Derah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis, (15/6/2023).
Menurutnya, stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV terjadi akibat kesalahan informasi yang diterima masyarakat akan penyakit HIV dan AIDS. Sehingga, media sebagai sumber informasi memiliki peran penting untuk menyebarkan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat. Informasi berdasarkan fakta serta tidak mengandung sensasi.
Judul berita mengandung sensasi dan sentimen negatif dicontohkan memuat kata “ngeri, gawat, meresahkan”, serta kata sejenis lainnya. Padahal isi berita belum tentu memuat narasi mengerikan seperti yang tertera pada judul atau dapat disebut clickbait.
Penggunaan judul clickbait pada pemberitaan media akan menyebabkan disinformasi dan menumbuhkan ketakutan masyarakat terhadap ODHIV. Sehingga stigma dan diskriminasi terus menerus dilakukan masyarakat terhadap ODHIV.
“Media dan jurnalis punya peran yang strategis dalam menghapus stigma dan diskriminasi dengan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ghanis Kristia, staf KPA yang juga menyebutkan bahwa untuk menghapuskan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, media memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat. Media dapat mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan fakta sesungguhnya bagaimana penularan dan pencegahan pada penyakit HIV dan AIDS.
“Peran media apa saja? Edukasi. Artinya menjadi poin penting bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang utama perlu kita lakukan untuk mencegah penularan dan mengikis stigma serta diskriminasi,” papar Ghanis.
Ia juga menjelaskan bahwa penyakit HIV sebenarnya hanya dapat menular melalui empat cairan tubuh yakni darah, cairan vagina, cairan sperma, dan air susu ibu (ASI). Sementara cairan tubuh lainnya seperti keringat dan air liur tidak dapat menularkan penyakit HIV.
Kurangnya pengetahuan masyarakat akan fakta penularan penyakit HIV inilah yang juga menyebabkan timbulnya ketakukan masyarakat terhadap ODHIV. Ketakutan ini akhirnya membuat masyarakt memberikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.
Jadi, perlu peran jurnalis untuk bisa menyebarluaskan informasi terkait HIV itu kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat paham ternyata HIV bisa menular hanya melalui empat cairan tubuh.
“Maka masyarakat dapat mencegah untuk tidak menularkan penyakit HIV lagi. Kalau kita mau ODHIV kualitas hidupnya meningkat, masyarakat tidak boleh memberikan stigma dan diskriminasi kepada ODHIV. Justru memberikan dukungan,” kata Ghanis.
Menyukai ini:
Suka Memuat...