Rasulullah, Teladan Sepanjang Masa

120
teladan

Sudah tak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baik panutan bagi seluruh umat manusia. Dialah sosok yang berakhlak mulia. Dari luhurnya akhlak beliau, penduduk Kota Mekkah memberinya gelar al-Amien, yaitu orang yang terpercaya. Beliau bukan hanya seorang Nabi dan Rasul, melainkan juga seorang pemimpin negara, pebisnis ulung, pemimpin militer, dan pemimpin keluarga yang patut diteladani.

Buku berjudul Teladan Rasul terbitan QultumMedia mencoba merangkum semua akhlak terpuji Nabi Muhammad SAW, baik interaksinya dengan Sang Khaliq maupun dengan sesama umat manusia. Rasulullah SAW diutus oleh Allah bukan sekadar untuk memperbaiki akhlak manusia. Beliua juga diutus untuk memperbaiki kehidupan jahiliyah yang penuh kegelapan menuju cahaya Islam.

Beliau adalah titik temu berbagai akhlak terpuji. Budi bahasanya sangat tinggi, tindak-langkahnya sangat mulia, cita-citanya sangat besar. Beliau adalah teladan dalam kebaikan, keberanian, dan perjuangan menegakkan keadilan (halaman 3).

Teladan yang ada dalam diri Rasulullah shallalahu’alaihi wasallam adalah suatu gambaran kesempurnaan dari satu sosok teladan dari kalangan anak Adam. Beliau benar-benar teladan dalam segala aspek kehidupan. Bahkan dalam interaksi sosial, seperti bermedia sosial beliau telah memberikan rambu-rambu agar kita tidak mudah menebar kebencian, mencaci-maki atau menyebarkan berita bohong (hoaks). Karena semua ini akan merugikan diri kita dan akan berujung pada retaknya persatuan umat. Komentar kita di media sosial itu seperti kata-kata yang terucap dari lisan kita. Ia bisa jadi sumber kebaikan dan kebahagiaan bagi diri kita dan orang lain, atau justru sebaliknya.

Perhatikan komentar kita di medsos, upayakan untuk tidak ikut mem-bully orang lain, karena teladan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan demikian. Diceritakan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau menuturkan, “Rasulullah itu tidak pernah mencaci, mengolok-olok, dan berkata kotor,” (HR. Bukhari).

Baca Juga:  Keteladanan Muhammad terhadap Kekuasaan Wilayah Umat Muslim

Dalam bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia, baik dalam ruang lingkup keluarga, masyarakat maupun kehidupan bernegara beliau melakukan dengan akhlak yang terpuji. Dalam hal ini, terdapat banyak contoh dan keteladanan yang semuanya membuktikan besarnya perhatiannya terhadap tatanan dan persoalan sosial-kemasyarakatan. Tidak hanya menjadi seorang pemimpin dan penentu kebijakan semata, namun lebih dari itu beliau juga turut andil dengan berkontribusi secara langsung di tengah-tengah para sahabat dan masyarakat.

Keteladanan beliau patut kita tiru dan kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita teladani pelan-pelan dengan penuh istiqamah. Apa pun yang kita inginkan, selama mencontoh cara-cara yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, insya Allah semua akan terwujud. Berusaha meneladani akhlak beliau, menunjukkan bahwa kita sangat mencintai Allah dan rasul-Nya.

Imam Al-Qadhi ‘Iyadh Al-Yahshubi berkata, “ketahuilah, barang siapa yang mencintai sesuatu, dia akan mengutamakannya dan berusaha meneladaninya. Kalau tidak demikian, berarti dia tidak dianggap benar dalam kecintaannya dan hanya mengaku-ngaku (tanpa bukti nyata). Maka orang yang benar dalam (pengakuan) mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah jika terlihat tanda (bukti) kecintaan tersebut pada dirinya (halaman 206).

Maka dari itu, pelajarilah sunah beliau. Pelajarilah sejarah hidup beliau. Pelajarilah kepribadian dan akhlak beliau. Pelajarilah interaksi beliau dengan Allah SWT dan interaksi beliau dengan manusia. Inilah poin penting yang disampaikan penulis dalam buku Teladan Rasul yang sangat inspiratif dan mudah dimengerti karena disajikan dengan bahasa yang sangat sederhana.

Selamat membaca!