Harga Garam Anjlok Hingga Rp150 per Kg

17
garam
Ilustrasi: Okezone

SERKATNEWS.COM – Awal September 2019 ini menjadi awal bulan yang kurang baik bagi petambak garam. Pasalnya, harga garam petambak kembali anjlok di level nadir. Berdasarkan catatan Persatuan Petambak Garam Indonesia (PPGI), harga garam petambak kualitas 1 di level Rp250 per kilogram (kg), sedangkan kualitas 2 di level Rp150 per kg.

Sekretaris Jenderal PPGI Waji Fatah menyayangkan anjloknya kondisi harga garam tersebut. Menurutnya, anjloknya harga tak pernah direspons oleh pemerintah secara serius sehingga petambak mau tidak mau menelan kerugian yang sangat besar.

“Harga terus anjlok, kami kecewa betul dengan pemerintah karena (harga) ini belum ada perbaikan,” kata Waji, dikutip dari Republika, Senin (9/9/2019).

Menurut Waji, harga garam dapat saja merangkak naik asalkan pemerintah dan dinas terkait di daerah mau memberikan pembinaan yang berkelanjutan kepada petani. Dia membeberkan, hingga kini petambak garam minim diberikan pembinaan sehingga kualitas garamnya tak mampu menyaingi kualitas garam impor.

Padahal berdasarkan uji laboratorium yang ia lakukan dengan menggunakan dana sendiri, tingkat NaCl garam di beberapa titik mampu mencapai 99,93 persen atau lebih tinggi dari kadar standar garam industri sebesar 97 persen. Artinya secara kualitas, sumber daya alam Indonesia mampu mengakomodasi kebutuhan garam industri maupun garam konsumsi.

“Misalnya sehari itu dua jam saja pemerintah mau membina, datanya dicatat, maka produksi bisa berkembang. Kualitasnya jadi ketahuan, tapi sekarang yang terjadi kan tidak,” katanya.

Waji menambahkan, anjloknya harga membuat mayoritas petambak garam tak balik modal. Misalnya, untuk produksi garam per hektare petambak perlu mengeluarkan ongkos produksi sebesar Rp20 juta. Jumlah tersebut tak sepadan dengan penghasilan yang didapat dengan harga jual berkisar Rp250-Rp150 per kg.

Baca Juga:  Jaga Persatuan Pasca Pilpres, BEM Soloraya: Semua Harus Tertib Konstitusi