Connect with us

Ekonomi-Politik

Kemendes Prioritaskan Digitalisasi Desa

Published

on

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi istrinya, Lilik Umi Nasriyah, kunjung kerja di Desa Temajuk, Sabtu (11/1/2020). (Foto: Mugi/Kemendes PDTT)

SERIKATNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melakukan kunjungan kerja di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh , Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (11/1/2020).

Mendes Abdul Halim didampingi istrinya, Lilik Umi Nasriyah, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili dan Eselon 1 Kemendes PDTT, dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Sambas dan Pemprov Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan kerja ini, Menteri Halim mengatakan bahwa desa-desa yang berdekatan dengan perbatasan negara tetangga masih memiliki sejumlah permasalahan. Salah satunya masalah jaringan telekomunikasi yang terjadi di Desa Temajuk.

Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan tersebut, agar problem signal di Desa Temajuk yang berbatasan dengan Malaysia bisa segera teratasi.

“Sinyal belum ada. Kita sudah kerja sama dengan telkom. Tinggal kita tindak lanjuti. Karena saya tidak mau, kepala desa maupun masyarakat desa punya HP. Tapi, gak ada signalnya,” kata Menteri Abdul Halim Iskandar di Desa Temajuk, Sambas, pada Sabtu (11/1/2020).

Halim melanjutkan, di era digitalisasi ini semua kebutuhan dan informasi bisa dipenuhi dan diketahui oleh masyarakat. Namun, kalau tidak ada pendukung dalam hal ini jaringan internet, maka semua itu akan tidak ada gunanya.

“Kalau gak ada signal, itu gak ada gunanya. Makanya, untuk urusan signal ini itu menjadi urusan prioritas Kemendes, karena ini sangat penting untuk membuka informasi dan di era ini kita harus akui bahwa kita mengandalkan digitalisasi,” katanya.

Selain masalah signal, Menteri Abdul Halim menuturkan bahwa harapan untuk memperbanyak ekspor belum terpenuhi untuk daerah perbatasan. Padahal, daerah-daerah perbatasan memiliki banyak potensi.

“Oleh karena itu, target utama setelah pulang dari sini, saya akan terus koordinasikan dengan kementerian lain, bagaimana di Sambas terjadi percepatan produksi dalam keadaan sudah jadi (bukan mentah) untuk diekspor ke negara tetangga. Karena itu memang sangat penting,” katanya.

Baca Juga:  21 DPD Partai Golkar Mendesak untuk Segera Diadakan Munaslub Untuk Menganti Setnov

Dalam kunjungan ke Kabupaten Sambas pada Sabtu (11/1) adalah kunjungan yang kedua Menteri Abdul Halim ke Kalimantan Barat. Sebelumnya, pada Jumat (10/1) melakukan kunjungan ke kabupaten Kubu Raya. Usai dari Kabupaten Sambas, kunjungan dilanjutkan ke Kabupaten Menpawah pada Minggu (12/1).

Advertisement

Popular