SERIKATNEWS.COM – Sespri Kepala BPIP RI, Achmad Uzair Fauzan, M.A., Ph.D mengatakan mahasiswa di era Society 5.0 penting mengadopsi prinsip-prinsip demokrasi deliberatif. Prinsip-prinsip dalam meramu dan memupuk diskursus publik yang sehat dalam dinamika masyarakat sipil, sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berpendapat serta memunculkan gagasan-gagasan yang mengedepankan kesetaraan, kesejahteraan, dan keadilan.
Hal tersebut disampaikan Sespri Kepala BPIP RI, Achmad Uzair Fauzan pada acara Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara ke-13 yang digelar di UIN Sunan Kalijaga, beberapa waktu lalu. Doktor yang meraih gelar Master dari Erasmus university, Belanda dan gelar Ph.D dari Flinders University, Australi dalam kesempatan ini menekankan bahwa pemupukan demokrasi deliberatif bisa diaktualisasikan salah satunya dengan mengajak perwakilan mahasiswa di seluruh pelosok tanah air untuk mempelajari kembali gagasan-gagasan dari para pendiri bangsa.
“Karena pada dasarnya latarbelakang perumusan Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya datang dari realitas kemajemukan. Tetapi juga menuntut keberanian bersikap, di tengah konflik isme-isme yang terjadi pada masa perang dunia ke-2,” ungkapnya.
Uzair meyakini, pengalaman bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan merupakan pengalaman yang tidak didapatkan oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, kita harus bangga atas perjuangan dan pemikiran para pendiri bangsa ini utamanya Bung Karno.
Bung Karno adalah tokoh yang memiliki intelektual tinggi dan sikap yang bijak. Dia mampu mencerna berbagai pemikiran tokoh dunia tentang negara bangsa.
“Beliau menawarkan Pancasila sebagai ideologi di depan forum PBB dan menginisiasi gerakan Non-Blok di tengah pertarungan ideologi saat itu. Keberanian dan pemahaman atas ruang spasial-historis beliau inilah yang perlu kita contoh dan kita tanamkan sebagai bekal kehidupan selanjutnya,” paparnya di depan lima ratus lebih mahasiswa dari ratusan kampus yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Koordinator Pusat BEM Nusantara, Dimas Prayoga mengatakan, pada era society 5.0 BEM Nusantara sebagai wadah dan wahana berproses kader-kader terbaik bangsa, mencoba menyiapkan calon pemimpin bangsa di masa mendatang. “Sebab di masa ini, sudah mulai mengalami krisis kader pemimpin yang benar. Maka kami mempersiapkan calon pemimpin bangsa yang mampu membawa negara ini maju dan mensejahterakan rakyatnya,” kata Dimas.
Kongres yang di gelar BEM Nusantara di UIN Sunan Kalijaga adalah kongres yang ke-13 setelah sebelumnya di gelar di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya. Kongres ini juga menghadirkan para pembicara kunci antara lain, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...