SERIKATNEWS.COM – Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa (KM) UIN Raden Mas Said Surakarta yang terdiri dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) di tingkat universitas dan fakultas, berserta Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) lain se-UIN R.M. Said Surakarta menggelar aksi turun ke jalan pada Kamis, 14 April 2022.
Aksi tersebut bertempat di bawah patung Brigjend Slamet Riyadi, Gladak, Surakarta, Jawa Tengah. Massa aksi berkumpul di Kampus UIN R.M. Said Surakarta pada pukul 11.00 WIB.
Pada pukul 13.00 WIB massa aksi menuju titik kumpul yang berlokasi di Pura Mangkunegaran Surakarta, kemudian mengadakan pawai (long march) dengan membentangkan poster-poster tuntutan kepada pemerintah, menuju titik aksi di bawah patung Slamet Riyadi. Dalam aksi tersebut, KM UIN R.M. Said Surakarta bergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Solo Raya (BEM SR).
KM UIN R.M. Said Surakarta yang berjumlah tiga ratusan lebih massa aksi dikomandoi oleh Aditya Putra Dermawan selaku Presiden Mahasiswa DEMA UIN Raden Mas Said 2022.
Dalam orasinya, ia menyampaikan tiga tuntutan yang berangkat dari kajian akademik dan konsolidasi akbar Keluarga Mahasiswa UIN R.M. Said Surakarta. Tuntutan itu antara lain:
Pertama, menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang IKN (Ibu Kota Negara) baru termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, dan ekonomi.
Kedua, mendesak dan menuntut Presiden Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan karena menyencekik dan menyengsengsarakan masyarakat menengah ke bawah.
Ketiga, pemindahan IKN bukanlah prioritas utama dalam situasi saat ini, dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor perekonomian belum pulih secara total (maksimal) sebagaimana sebelum masa pandemi Covid-19. Juga, perihal pemulihan kesehatan masyarakat.
“Ketiga permasalahan tadi, merupakan keresahan masyarakat Indonesia menengah ke bawah. Sehingga, mahasiswa hadir di sini di panas yang terik untuk menyerukan hak-hak masyarakat atas ketimpangan yang selama ini kita alami. Tentunya, perihal ini tidak asal-asalan. Namun, berangkat dari ijtihad yang ketat dan akademis demi terciptanya masyarakat yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Aditya kepada Serikatnews.com, Kamis 14 Maret 2022.
Adapun aksi berlangsung damai dengan pengamanan sangat ketat aparat keamanan Pemerintah Kota Surakarta. Aksi tersebut juga diwarnai dengan teatrikal, orasi-orasi, pembacaan puisi yang berakhir pada pukul 16.30 WIB.
Menyukai ini:
Suka Memuat...