Manfaat Dana Desa: Meningkatkan Kualitas Kesehatan dan Pendidikan di Desa
Penulis: Serikat News
Rabu, 19 Februari 2020 - 16:28 WIB
SERIKATNEWS.COM – Dana desa selama 5 tahun berjalan sejak tahun 2015-2019 telah berhasil membangun ribuan infrastruktur dasar termasuk Posyandu dan Polindes di perdesaan. Posyandu yang telah terbangun sebanyak 30.127 unit dan Polindes sebanyak 11.599 unit.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar saat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2020 di JIEkspo Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Abdul Halim mengatakan pembangunan Posyandu dan Polindes adalah bentuk dukungan dana desa terhadap peningkatan kualitas kesehatan di desa. Ke depan, tak hanya kesehatan, dana desa juga akan sangat konsentrasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Arahan dari presiden, dana desa saat ini adalah untuk peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) dan ekonomi tanpa melupakan kebutuhan infrastruktur sebagai prioritas utama. Bicara soal SDM, isinya cuma dua, kesehatan dan pendidikan. Makanya hasil pembangunan dana desa Posyandu-nya banyak, Polindes-nya banyak,” ujar Mantan Ketua DRD Jawa Timur ini.
Abdul Halim juga mengungkapkan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi setiap tahunnya mengeluarkan Peraturan Menteri untuk mengatur prioritas penggunaan dana desa. Tahun ini, dana desa diprioritaskan untuk hal yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kualitas SDM dan ekonomi.
“(Dana desa) untuk bangun pagar nggak boleh, bangun kantor desa nggak boleh. Tapi kalau untuk bangun Posyandu boleh, Polindes boleh,” ujarnya.
Dok. Humas Kemendes PDTT
Ia mengatakan, pelaksanaan dana desa membutuhkan keterlibatan semua pihak agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Selain itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga aktif memberikan pembinaan langsung terkait prioritas penggunaan dana desa kepada kepala desa baik secara offline maupun online.
“Seperti misalnya ada program makanan tambahan untuk Balita. Yang perlu adalah bagaimana dana desa diawasi dalam penggunaannya. Misalnya beli telur, berapa sih jumlah Balita yang butuh telur, butuh susu, yang penting adalah pembelanjaannya tidak melebihi kebutuhan supaya efektif dan efisien,” terangnya.
Pada kegiatan tersebut, Mendes Abdul Halim Iskandar juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
Nota kesepahaman tersebut berkaitan dengan kerja sama terkait pembangunan dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan di perdesaan, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi.
JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, merespons santai langkah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang mengumumkan
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa integritas individu yang melekat pada setiap kepala daerah dan wakil
YOGYAKARTA – Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Dardias, menilai pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri
PROBOLINGGO – Puluhan Pemuda-pemudi di Kota Probolinggo menyatakan sikap mendeklarasikan diri mendukung Calon Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo nomor urut
Probolinggo – Puluhan ribu warga Kabupaten Probolinggo memenuhi lapangan Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Probolinggo, Rabu pagi (28/8/2024). Massa
SERIKATNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo segera membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Probolinggo pada
SERIKATNEWS.COM – Beberapa banner Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-cawabup) Kabupaten Probolinggo mulai bertebaran di titik jelang