CIREBON — Wakil Rais PCNU Kota Cirebon, KH Yusuf, SE, mengingatkan para Muktamirin agar menjadikan akhlak, keilmuan, integritas, kapasitas, dan keteladanan sebagai pertimbangan utama dalam memilih kepemimpinan Nahdlatul Ulama.
Kepemimpinan NU merupakan amanah yang sangat besar. Karena itu, pemimpin tidak semestinya dipilih hanya berdasarkan kekuatan dukungan atau kepentingan kelompok.
“Yang kita cari bukan sekadar siapa yang paling banyak pendukungnya, tetapi siapa yang paling layak memikul amanah dan membawa kemaslahatan bagi NU,” ujarnya dalam pernyataan sikap Forum Masyayikh Advokasi Tradisi NU Kota Cirebon (FORMAT NU Kota Cirebon) di Pondok Pesantren Benda Kerep, Kota Cirebon, Selasa (25/8/2026).
Ia kemudian mengingatkan hadis Rasulullah SAW:
مَنِ اسْتَعْمَلَ رَجُلًا مِنْ عِصَابَةٍ، وَفِي تِلْكَ الْعِصَابَةِ مَنْ هُوَ أَرْضَى لِلَّهِ مِنْهُ، فَقَدْ خَانَ اللَّهَ وَخَانَ رَسُولَهُ وَخَانَ الْمُؤْمِنِينَ
“Barang siapa mengangkat seseorang dalam suatu kelompok, sementara di dalam kelompok tersebut terdapat orang yang lebih diridai Allah daripadanya, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya, dan kaum Mukminin.”
Menurut KH Yusuf, pesan tersebut harus menjadi renungan dalam menentukan kepemimpinan NU.
“Akhlak kiai harus menjadi ukuran. Keilmuan harus menjadi ukuran. Integritas dan kemampuan juga harus menjadi ukuran. Jangan sampai kepentingan kelompok membuat kita mengabaikan orang yang sebenarnya lebih layak,” tegasnya.
Juru Bicara FORMAT NU Kota Cirebon, Roqiyul Ma’arif Syam, mengatakan poin tersebut merupakan salah satu substansi penting dalam merespons seruan para kiai sepuh NU.
“Seruan KH Ma’ruf Amin bersama para kiai sepuh pada 20 Agustus lalu di Gedung PBNU seyogyanya tidak hanya menjadi seruan, tetapi harus dikawal sampai ke bawah,” ujar Roqiyul.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Benda Kerep, Kota Cirebon. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...