Masyarakat Papua Masih Terus Dihantui Rasisme

10

SERIKATNEWS.COM – Masyarakat Papua yang merantau ke tanah Jawa masih belum sejahtera batin dan jiwanya. Sebab, masih banyak oknum-oknum yang masih mengganggu masyarakat Papua, khususnya yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Untuk diketahui, ada beberapa orang tak dikenal mengendarai dua sepeda motor melemparkan empat karung berisi ular ke halaman asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan 10, Surabaya, Senin (9/9/2019). Salah satu karung berisi ular jenis piton seberat 15-20 kilogram.

Menurut juru bicara mahasiswa Papua di asrama tersebut, Alince Takege, saat kejadian sebagian besar penghuni asrama masih terlelap. “Ada yang teriak-teriak ular, ular, teman-teman kalang kabut. Saya sendiri langsung terbangun,” kata Alince pada Senin (9/9/2019).

Menurutnya, ular dalam karung kain berhasil ditangkap mahasiswa karena tidak liar. Sementara itu, 3 ular lainnya lari ke selokan setelah mulut karung terbuka. “Kami takut, ular-ular itu gesit sekali. Jangan-jangan itu ular berbisa. Ini masih dicari oleh teman-teman,” katanya.

Oknum yang ingin mengadu domba masyarakat Papua di Surabaya, tak lain itu adalah oknum rasisme. Sebab, rasisme yang ada di Indonesia semakin hari semakin menjamur. Maka dari itu, aparat harua lebih ketat mengawal dan mencari siapa oknum-oknum yang melakukan itu terhadap masyarakat Papau.

Sebelumnya, salah seorang mahasiswa mengaku melihat beberapa orang mengamati asrama saat akan melemparkan ular ke halaman asrama. Orang-orang itu berada sekitar 20 meter. Namun, ia tidak tahu siapa mereka. “Salah satunya mengawasi dengan teropong,” kata mahasiswa tersebut.

Alince menegaskan bahwa aparat harus ngambil langkah yang konkret dalam kasus teror yang terjadi di asrama Papua ini. Sebab, aparatur negara seharusnya menyisir dan mencari oknum-oknum yang masih ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indinesia, bukan hanya menunggu perintah dalam mengamankan masyarakat Papua.

Baca Juga:  Ngrasani' Pancasila di Lailatul Kopdar Jamaah Kopdariyah

Info yang berkembang hari ini, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Sudamiran belum merespons pesan konfirmasi soal pelemparan ular ke asrama mahasiswa Papua. Sedangkan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengaku belum menerima laporan karena sedang berada di Jakarta.

“Sudah satu bulan saya di Jakarta. Coba anda tanya Kapolrestabes,” kata Frans.

Kemudian Alince mengatakan, kalau sifatnya aparat masih menunggu intruktif dari pihak atasan maupun pihak yang lain, maka jangan salahkan kalau masyarakat menyalahkan aparat selaku pengamanan negara yang selalu melindungin penduduk Indonesia.

“Sebab, dalam kasus teror seperti itu aparat langsung bergegas dalam mencari pelaku,” pungkasnya.