SERIKATNEWS.COM- Musyawarah besar yang dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Jawa Barat – Yogyakarta pada Rabu-Jumat (28-30/11/2018) di Asrama Kujang Jawa Barat. Mubes bagi organisasi adalah forum tertinggi untuk merumuskan dan memperbaiki organisasi agar dinamika organisasi sesuai dengan perkembangan zaman (progress).
Mubes pun seharusnya dijadikan sebagai forum dialektika agar supaya ruh sebagai organisasi mahasisawa tetap berfikiran intelektual sesuai dengan kapasitas mahasiswa.
Namun tidak pada mubes periode 2018 yg dilaksanakan oleh IKPM JABAR “dicederai oleh sejumlah peserta yg punya kepentingan politik oportunisme” tutur Faisal K (Anggota Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Cirebon – Yogyakarta). Sehingga mengakibatkan terabainya substansi mubes itu sendiri dan lebih mementingkan ambisi untuk meraih kuasa tanpa mementingkan esensi
“menurut Fajar W selaku peserta mubes delegasi dari komda IKAMASI Bekasi mubes tahun kali ini mengalami kecacatan, peserta mubes tidak mencerminkan kaum intelektual minim gagasan dan tidak terciptanya perdebatan diskursif selama berjalannya mubes”
Kecacatan yang dimaksud adalah mengenai kata musyawarah yang diselipkan pada MUBES tahun ini diselimuti dugaan politik praktis, didalamnya. Pasalnya dalam forum yang dihadiri dari 17 Komisariat daerah Jawa Barat tersebut hampir dari setengah lebih dari peserta sidang tidak mengetahui teknis persidangan dalam musyawarah besar yang semestinya, banyak pula yang asal berpendapat tanpa esensi, sehingga banyak yang beranggapan bahwa MUBES XX kali ini tidak bermutu dan hanya sekedar formalitas semata.
Dugaan politik praktis itu terkait dengan pemilihan ketua formatur IKPM Jabar, calon pertama Fahmi Nur Syehu (Asal Komda Cirebon) yang dalam pemaparannya ingin memodernisasikan Organisasi dan merangkul semua budaya, termasuk kesenian Cirebon, Indramayu dan Bekasi, sedangkan calon yang kedua M. Banin (asal Komda Kuningan) tidak pernah berbicara gagasan, dimana calon ketua yang yang pertama Fahmi Nur Syehu serasa sangat diremehkan dari segi kualitasnya, padahal calon yang kedua, M. Banin hanya memaparkan visi dan misi yang menonjolkan maju bersama saja, bahkan secara pengalaman organisasi pun Banin sendiri kurang. Akhirnya terpilihlah M.Banin disisipi banyaknya pertanyaan dari komda Cirebon sendiri.
Maka dari itu banyak yang menarik kesimpulan Mubes XX IKPM JABAR jauh dari kata substansi masa depan Mahasiswa Jawa Barat di Yogyakarta, malah nanti IKPM Jabar sendiri yang akan menghancurkan regenerasi selanjutnya.
“Kalau ketua saja seperti tidak punya visi dan misi serta gagasan yg jelas bagaimana organisasi mau maju, jika ketuanya saja hanya dijadikan _boneka_ saya kira saudara Banin pun tidak paham mengenai bagaimana dinamika organisasi, tugas ketua bukan sekedar internal, tapi eksternal.”, imbuh Faisal K
Pada saat visi misi Banin mengatakan akan merangkul Komda KAPMI (Indramayu) yang telah keluar secara struktural dari komda IKPM JABAR dan sudah mempunyai otoritas sendiri. “ini tidak logis visi misi saja tidak masuk akal seperti mimpi disiang bolong” imbuh Faisal
merangkul komda KAPMI indramayu untuk bergabung secara struktural kembali dijajaran Komda adalah hal yg mustahil dan bagi saya sangat tidak ada korelasinya untuk progres IKPM JABAR dan itu tidak mencerminkan kaum intelektual yang kaya akan gagasan.
Maka dari itu MUBES XX 2018 harusnya selaras dengan tema pada agenda tersebut “Peran IKPM Jawa Barat Dalam Memprioritaskan Jabar Juara Lahir Batin”. (YS)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...