SERIKATNEWS.COM – Sepanjang tahun 2018, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh mencapai 10,8 persen. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini beriringan dengan menurunnya angka pengangguran di 2018 dari sebelumnya 3,8 persen menjadi 1,4 persen.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di acara syawalan Pemerintah Provinsi DIY dengan ASN Kulon Progo, Rabu (19/6/2019), mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta penurunan angka pengangguran ini tercipta karena banyak proyek strategis nasional maupun provinsi DIY yang berlangsung di Kulon Progo.
“Pekerjaan proyek rupanya mampu menekan pengangguran lewat mendatangkan investor,” kata Hasto.
Menurutnya, sebanyak 9 dari 17 proyek strategis nasional dan DIY berada di Kulon Progo, di antaranya mulai dari Bandara YIA, Pelabuhan Adikarto, Jogja Agro Techno Park, pembangunan RSUD Wates yang akan selesai di akhir 2019, maupun kawasan perkotaan Wates. Proyek pembangunan kawasan Taman Budaya Kulon Progo juga salah satu proyek besar di kabupaten ini. Proyek ini menelan dana Rp96 miliar. Selain itu, ada juga jalur Bedah Menoreh.
“Sembilan dari 17 proyek itu berada di Kulon Progo,” kata Hasto.
Kulon Progo memang sedang berupaya menekan angka kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menargetkan bisa menekan menjadi 12 persen pada tahun 2020. Dengan keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga mencapai 12 persen, akan membuat tingkat kemiskinan DIY jadi rata-rata 7 persen. Pencapaian itu dinilai prestisius. Strateginya adalah lewat berbagai proyek pembangunan dan kehadiran investor yang ujungnya melibatkan masyarakat terlibat dalam kegiatan pembangunan.
Menurut Hasto, Kulon Progo pernah mencatat angka pengangguran hingga 3,8 persen. Kini, tingkat pengangguran menjadi 1,4 persen pada 2018. Menurunnya pengangguran akan bisa mempercepat menekan kemiskinan.
Untuk menekan kemiskinan, selain kehadiran proyek pembangunan tersebut, pemerintah juga menerapkan bantuan pangan nontunai tambahan. Pemerintah Kulon Progo pun menganggarkan penambahan bantuan pangan non tunai lewat anggar APBD 2019-2020. Penambahan bantuan pangan non tunai berupa ikan lele. Pemerintah pusat memberikan berupa beras dan telur.
Ikan jenis ini bakal sangat laku dibeli, terlebih dengan bantuan nontunai. Lele mengandung DHA dan omega 3 dan sangat diperlukan agar untuk mencegah stunting. Pemerintah mengintervensi dalam pemberian bantuan pangan ini. Mereka mengidentifikasi penyandang stunting berdasar nama maupun alamatnya.
“By address dan by name. Kami intervensi dengan memberi tambahan gizi non tunai, sehingga 2-3 tahun ke depan angka stunting juga mengalami penurunan,” imbuh Hasto.
Keberhasilan menekan stunting diyakini juga bisa menekan angka pengangguran dan kemiskinan untuk jangka panjang.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...