Connect with us

Ekonomi

Pesantren Ekologi Ath-Thaariq Garut Dorong Pertanian Agro Ekologi

Published

on

Nisya Saadah Wargadipura dari Pesantren Ekologi Garut saat menjadi pemateri Webinar: Cipta Pertanian Berkelanjutan Bersama Pemuda, Festival Petani Milenial, Kamis (28/10). (Foto: Ist/Serikat News)

SERIKATNEWS.COM – Keprihatinan terhadap alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian monokultur di daerah Pasundan, Jawa Barat mendesak Nisya Saadah Wargadipura bersama sang suami, Ibang Lukman Nurdin untuk mendirikan pesantren Ekologi.

“Dengan sistem Revolusi Hijau, berhubungan sekali dengan biaya produksi yang sangat tinggi. Lahan garapan harus selalu membeli benih, pupuk, tenaga kerjanya dan harus satu tanam-tanamannya,” kata Nisya Saadah Wargadipura, Kamis (28/10).

Hal itu disampaikan dalam Webinar yang bertajuk “Cipta Pertanian Berkelanjutan Bersama Pemuda” sebagai acara puncak festival Petani Milenial: Ayo Kitorang Pulang Bangun Kampung.

Acara yang festival yang digelar secara maraton sejak 7 hingga 28 Oktober 2021 diselenggarakan oleh TAF dan PUPUK Surabaya dengan didukung mitra-mitranya serta Beritabaru.co sebagai media patner.

Nisa menilai, dengan konsep monokultur terbukti tidak mampu menyejahterakan masyarakat. Yang terjadi justru sebaliknya, menghadirkan kemiskinan baru karena biaya produksi tidak sebanding dengan harga panen.

Menurut Nisa, penerapan sistem pertanian monokultur menyebabkan rendahnya kualitas produk karena konsep tersebut lebih mengedepankan penggunaan pestisida dalam mengelola pertanian.

“Sebenarnya pertanian yang dibutuhkan oleh Indonesia itu adalah pertanian yang memberikan kesehatan bagi diri kita sendiri, bagi keluarga kita, dan bagi lingkungan kita,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Nisa juga menyampaikan adanya pembukaan hutan untuk ladang pertanian berbasis revolusi hijau telah meningkatkan pemanasan global yang terjadi di hampir semua wilayah Indonesia.

“Dari pengalaman saya mengurus agro ekologi, pertanian yang berbasis pemulihan ekologi ini karena ada warming. Di Indonesia sendiri 39 derajat, itu panas sekali. Ini sangat perhatian, di dunia pertanian utamanya,” tutur Nisa.

Selain itu Nisa mengungkap, lahirnya pondok pesantren Ponpes Ekologi juga didasari karena adanya kurikulum pendidikan nasional yang membawa pergi orang-orang pintar dari desanya, sehingga desa menjadi tertinggal dan miskin.

Baca Juga:  Butuh Kolaborasi Lintas Pihak untuk Kembangkan UMKM di Papua

Nisya mengungkap, dengan pesantren alam Ath-Thaariq di Kampung Cimurugul, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, pihaknya terus mengampanyekan sistem pertanian agroekologi.

“Pertanian agroekologi, pertanian berbasis kearifan lokal, pertanian yang berbasis pada warisan ibu bapak kita itu mampu menyelamatkan keadaan kita semua,” tegasnya. (*)

Advertisement

Terkini

News47 menit ago

Edy Mulyadi Dilaporkan Aliansi Pemuda Kalimantan ke Bareskrim Polri

  SERIKATNEWS.COM – Aliansi Pemuda Kalimantan melaporkan Edy Mulyadi terkait pernyataan Edy yang dilontarkannya melalui video yang menyinggung Kalimantan ke...

News7 jam ago

55 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Bilateral

SERIKATNEWS.COM- Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, menggelar pertemuan bilateral di Ruang Dahlia, The Sanchaya...

News9 jam ago

Dua RT di DKI Masuk Zona Merah Covid-19

SERIKATNEWS.COM – Sebanyak dua Rukun Tetangga (RT) di Jakarta masuk zona merah Covid-19 karena ada lebih dari 10 kasus aktif....

News9 jam ago

Antisipasi Omicron Masuk Desa, Gus Halim: Jangan Kendor Terapkan Protokol Kesehatan

SERIKATNEWS.COM- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengajak seluruh elemen desa untuk intensifkan Pemberlakuan...

News10 jam ago

Penyusunan UU Cipta Kerja Libatkan Partisipasi Publik

SERIKATNEWS.COM – Penyusunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja secara khusus klaster ketenagakerjaan dilakukan secara terbuka. Bahkan, telah...

News1 hari ago

Sekolah Polisi Negara Berperan Besar dalam Penanaman Nilai-nilai Pancasila

SERIKATNEWS.COM – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mengapresiasi Kapolda Papua Barat dan Kepala SPN serta...

News1 hari ago

Munas KMNU Ke-8: Revitalisasi Peran Mahasantri untuk Bersinergi Menuju Era Society 5.0

SERIKATNEWS.COM – Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) telah menyelesaikan Musyawarah Nasional ke-8 di pondok pesantren Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta....

Populer

%d blogger menyukai ini: