Connect with us

Ekonomi-Politik

Polda Papua Cek Kestabilan Harga Sembako di Kota Jayapura

Published

on

Direktur Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh (kiri) saat mengecek sejumah harga sembako di Pasar Sentral Hamadi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua © Antara

SERIKATNEWS.COM – Direktorat Reskrimsus Polda Papua mengecek langsung harga kebutuhan bahan pokok di pasar sentral Hamadi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (8/4/2020).

Pengecekan ini dipimpin oleh Direktur Reskrimsus Polda Papua Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh yang juga menggandeng anggota DPRP Mustakim HR, Kepala Disperindagkop Provinsi Papua Ladwani Ladamail dan sejumlah personel Reskrimsus Polda Papua.

“Kegiatan pengecekan harga sembako ini dimaksudkan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat bahwa harga dari kebutuhan bahan pokok yang terlampau tinggi dapat kembali normal, nantinya kita akan memberi penjelasan kepada para penjual termasuk distributor bahwa masalah ini bukan sebatas masalah lokal namun mencakup masalah global sehingga kita seharusnya menjadi lebih berempati,” kata Ricko di Jayapura, seperti dilansir dari Antara.

Ia berharap harga sembako tidak terlampau tinggi hingga membuat warga menjerit. “Jangan sampai kita menari-nari di atas penderitaan orang lain kita harus sama-sama merasakan kesedihan dengan adanya masalah ini,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagai langkah awal akan dilakukan dengan tindakan pre-emtif dan preventif. Akan tetapi, apabila langkah tersebut tidak diindahkan oleh para penjual maupun distributor, maka pihaknya mengatakan akan dilakukan tindakan tegas terukur.

“Namun dengan kegiatan yang kita laksanakan hari ini, para penjual langsung membuat normal harga, dari tanggapan beberapa para pedagang mengenai penyebab kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok memang mengacu pada habisnya stok seperti bawang merah,” kata Ricko.

Anggota DPRP Mustakim mengatakan bahwa dalam beberapa hari belakangan ini yang menjadi keluhan masyarakat adalah kenaikan harga telur yang selama ini berkisar dengan harga Rp65 ribu mengalami kenaikan harga sampai dengan Rp90 ribu.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada para distributor dan pengecer agar menjual dengan harga yang selayaknya. “Jangan menari di atas penderitaan orang lain dan perlu diketahui ini adalah musibah atau bencana secara global,” katanya.

Baca Juga:  Jokowi Berkomitmen Untuk Tidak Menggunakan Isu SARA dalam Pemilu 2019

“Saya meminta kepada aparat apabila ada yang mengambil kesempatan dengan adanya musibah ini agar dilakukan tindakan tegas dan sekali lagi saya menghimbau kepada para penjual maupun distributor ada stok maupun tidak ada stok bahan pangan agar para pedagang menjual dengan harga normal,” tegasnya.

Advertisement

Popular