Connect with us

Politik

Politisi PDIP Tidak Sepakat dengan Istilah New Normal di Tengah Pandemi

Published

on

New Normal
Ilustrasi New Normal © Ayo Bandung

SERIKATNEWS.COM – Politisi Indonesia dari fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak mengaku tidak sepakat dengan penggunaan istilah new normal untuk menggambarkan pola hidup baru di tengah pandemi Covid-19.

Alasannya, Gilbert menilai bahwa penggunaan istilah new normal bisa menimbulkan euforia di tengah masyarakat yang justru bisa menyulut penyebaran Covid-19 gelombang kedua sebagaimana yang terjadi saat sebagian negara di dunia dilanda flu Spanyol pada 1918 silam.

Menurutnya, flu itu kembali mewabah lantaran masyarakat terlampau bereuforia sehingga sering kali mengabaikan protokol kesehatan yang ada.

“Agar masyarakat tidak euforia, istilah new normal sebaiknya diganti dengan persiapan pelonggaran PSBB. Gelombang kedua wabah flu Spanyol terjadi karena masyarakat euforia,” kata Gilbert, Senin (1/5/2020).

Untuk itu, Gilbert meminta agar Anies selaku Gubernur DKI Jakarta melakukan sosialisasi pelonggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sosialisasi itu harus melibatkan pihak RT/RW tujuannya agar pesan yang disampaikan pemerintah bisa sampai ke masyarakat kelas paling bawah yang biasanya sulit menerima aturan-aturan baru,” katanya.

“Seperti apa pelonggaran yang direncanakan sudah sepatutnya disosialisasikan sekarang, karena tidak mudah melakukan diseminasi informasi khususnya di masyarakat bawah. Sosialisasi ke kelompok ini bisa dilakukan melalui RT dan RW,” tambahnya.

Dia juga mengatakan kalau pelonggaran PSBB ini memang benar-benar diterapkan di Jakarta, maka penggunaan masker oleh masyarakat saat beraktivitas di luar rumah harus menjadi wajib.

“Masker tetap harus diberikan secara berkala,” pungkasnya.

Baca Juga:  30 Ribu Relawan Militan Akan Hadir pada Pidato Jokowi di Konvensi Rakyat
Advertisement

Popular