Potensi EBT Melimpah, PLN Optimalkan Listrik Ramah Lingkungan di NTB
Penulis: Serikat News
Jumat, 30 Juli 2021 - 10:42 WIB
PLN manfaatkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di NTB (Foto: PLN/Serikat News)
SERIKATNEWS.COM – Tekanan pandemi Covid-19 tidak menghalangi PLN mendorong pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Komitmen ini menjadi bukti kesungguhan PLN dalam upaya mendorong pencapaian target Nol Emisi Karbon atau Net Zero Emission pada 2060.
Dalam mengembangkan EBT, PLN menyesuaikan potensi energi bersih di wilayah Indonesia. Seperti diketahui, potensi EBT di Tanah Air memang melimpah dan beragam, seperti mini/mikrohidro, biomassa, energi surya, energi angin, dan lainnya.
Khusus di Nusa Tenggara Barat, potensi pengembangan EBT di provinsi ini mencapai sebesar 102,74 MW dengan berbagai macam sumber EBT, yaitu air (PLTMH dan PLTA), bayu atau angin (PLTB), tenaga surya (PLTS), biomassa (PLTBm) dan juga arus laut (PLTAL).
Dari total potensi tersebut, sebesar 61,38 MW berada di pulau Sumbawa, 21,36 MW di pulau Lombok, dan ada juga masing masing sebesar 10 MW berada di Selat Lombok dan Selat Alas.
Setidaknya, persentase 19,2 persen potensi EBT di NTB masih didominasi oleh PLTMH, yaitu sebesar 19,74 MW. Di sisi lain, potensi pengembangan EBT yang lain adalah PLTA sebesar 18 MW, PLTB 15 MW, PLTS 10 MW, PLTAL 20 MW dan PLTBm dengan potensi daya sebesar 20 MW.
Saat ini penggunaan EBT di NTB adalah sebesar 39,55 MW, yang memanfaatkan dua jenis sumber daya alam yaitu tenaga air dan surya.
“Komposisi bauran energi untuk EBT adalah PLTMH 17,23 MW dan PLTS 22,32 MW. Totalnya 39,55 MW, dari total daya mampu pembangkit sebesar 284 MW,” jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi di Jakarta, Kamis 29 Juli 2021.
Foto: PLN/Serikat News
Agung menjelaskan, proses pengembangan EBT ini masih cukup panjang. PLN terus melakukan beberapa kajian, misalnya terkait kelayakan operasinya, yaitu bagaimana dampak dari pengoperasian EBT tersebut ke sistem kelistrikan yang telah beroperasi saat ini.
“Pengembangan EBT ini merupakan salah satu wujud program transformasi PLN, yaitu ‘Green’. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan energi bersih di masyarakat,” jelas Agung.
Adapun terkait beban puncak sistem kelistrikan Lombok hingga Rabu, 28 Juli 2021 sebesar 245 MW dengan total daya mampu pembangkit sebesar 284 MW. Sementara itu, untuk Sumbawa, beban puncak sebesar 105 MW dengan total daya mampu pembangkit sebesar 153 MW. Terdapat cadangan daya sebesar 39 MW di Lombok dan 48 MW di Sumbawa yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTB. (*)
SERIKATNEWS – Pendirian Perseroan Terbatas (PT) maupun Commanditaire Vennootschap (CV) menjadi salah satu langkah penting yang perlu dipertimbangkan pelaku usaha
JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat sinergi untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus memperluas
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan akuntabilitas kinerja melalui evaluasi berkala terhadap
YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pembinaan dan reintegrasi sosial yang dijalankan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas
Jakarta — Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional (RUU HPI) DPR RI Fraksi PKB, Mafirion, mendesak penguatan kedaulatan hukum
YOGYAKARTA – Di tengah berbagai macam tantangan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini, diperlukan penguatan peran masyarakat sipil. Keterlibatan
JAKARTA – Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) saat ini tengah memperjuangkan kesejahteraan dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) melalui uji materi Undang-Undang