Muhammad AS Hikam: Radikalisme dan Radikalisasi 4.0.

84
Akmil

SERIKATNEWS.COM – Muhammad AS Hikam menghadiri agenda seminar di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada hari Kamis (4/7/2019). Seminar tersebut mengangkat tema terkait isu yang lagi tren saat ini serta prodi yang punya gawe, yakni “Industri 4.0.” Namun pada kesempatan tersebut, Muhammad AS Hikam kebagian sub tema tentang “Ketahanan Nasional dan Isu Ancaman Radikalisme”.

Dari seminar tersebut muncul istilah baru: Radikalisme dan Radikalisasi 4.0 (RR 4.0) yang berciri: cepat, meluas, tak kasatmata, dan sulit untuk dideteksi serta dibendung dengan cara-cara konvensional belaka.

Muhammad AS Hikam mengatakan bahwa RR 4.0 sangat dipengaruhi oleh globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang dimanfaatkan dengan efektif untuk penyebaran ideologi dan gerakan radikal di seluruh dunia, termasuk di Republik Indonesia ini.

Menurutnya, penetrasi dan infiltrasi radikalisme di Indonesia saat ini bukan hanya terjadi di kalangan masyarakat sipil tetapi juga di kalangan aparat negara, termasuk TNI, Polri, ASN, BUMN, dan PTN. Fakta keras inilah yang mengharuskan kita untuk tidak pernah meremehkan bahaya yang terang dan hadir (a clear & present danger) yang sedang dan akan dihadapi bangsa dan negara di masa kini dan masa depan.

“Bangsa kita, termasuk generasi muda TNI, harus mengetahui dan menyadari sejak dini tugas ini. Apalagi merekalah yang akan menjadi pembawa amanat konstitusional sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan negara. Jelas bahwa TNI harus semakin meningkatkan kapasitasnya dalam bidang penguasaan teknologi masa depan. Namun selain itu juga diharuskan semakin memahami pentingnya inovasi dalam menyikapi dinamika masyarakat pasca-modern yang sering kali tidak ditemukan referensinya pada masa sebelumnya”, ucapnya.

Muhammad AS Hikam menegaskan bahwa kemampuan inovasi inilah yang semestinya dijadikan salah satu target dalam pembangunan SDM oleh Pemerintah. Dalam konteks menghadapi dan mengantisipasi bahaya radikalisme dan radikalisasi dalam masyarakat dan kehidupan berbangsa, SDM inovatif akan mampu mendeteksi secara dini dan bahkan memprediksi serta membuat skenario-skenario responsif.

Baca Juga:  Pengasuh Ponpes Fatihatul Quran Kritik Presiden PKS

“Kemampuan meningkatkan daya inovatif tidak selalu harus menggunakan sumber dari luar, tetapi juga menggali “local knowledge and wisdom” dan menjadikannya sebagai bagian bahan. Kemampuan para pendiri bangsa merumuskan filosofi dan ideologi negara Pancasila merupakan salah satu buktinya. Kita sebagai generasi penerus wajib hukumnya untuk memperdalam dan memperluas dalam konteks kekinian dan masa depan”, imbuhnya.

Lebih lanjut, Muhammad AS Hikam mengatakan bahwa gabungan dan sinergi antara pembaharuan atau modernitas dan kesinambungan khazanah budaya akan memberikan warna tersendiri dan juga kualitas tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada gilirannya ketahanan nasional akan sangat terbantu, termasuk ketika menghadapi ancaman radikalisme dan radikalisasi seperti saat ini.