PT PGN dan RMI NU Kerja Sama Tingkatkan Manajemen Keuangan Pesantren

30
Ponpes

SERIKATNEWS.COM – Pondok pesantren (Ponpes) sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan, namun kenyataannya masih banyak yang mengalami kendala manajerial dalam melakukan aktivitas pesantren, baik yang berkaitan dengan anggaran, akuntansi, penataan administrasi, alokasi serta kebutuhan pengembangan pesantren maupun dalam proses aktivitas keseharian pesantren.

Hal tersebut disampaikan wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU), KH Masrur Ainun Najih, saat menyampaikan pembukaan acara Workshop Manajemen Pesantren yang diselenggarakan PP RMI NU bekerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam, Desa Dayo, Kec. Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Sabtu (13/4/2019) siang.

“Tidak sedikit pula Pesantren yang masih memiliki kekurangan sumberdaya dan tidak sedikit pula proses pendidikan pesantren berjalan lambat karena kesalahan dalam penataan manajemen keuangannya,” terang Kiai Masrur.

Untuk itulah, lanjut Kiai Masrur, PP RMI NU memandang perlu diadakannya pelatihan manajemen keuangan pesantren ini. RMI NU sebagai asosiasi pesantren berperan dalam peningkatan dan pengembangan sumber daya di pesantren untuk menyiapkan dan memfasilitasinya.

“Harapannya para peserta workshop dapat mendapatkan pengetahuan yang komprehensif dan implementasi di lingkungan pesantren masing-masing,” imbuh Kiai.

Kemudian, Kiai Masrur memaparkan bahwa lembaga pesantren akan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Salah satunya yakni apabila rancangan Undang-Undang Pesantren telah disahkan dan disetujui.

“Maka salah satu konsekuensinya adalah pesantren dalam pengelolaan SDM dan manajerial harus mengikuti aturan-aturan yang telah ada,” ungkapnya.

Kiai Masrur pun menegaskan bahwa pesantren harus mandiri dalam hal politik, ekonomi, dan budaya. Mandiri secara politik dan budaya sangat tergantung pada kemandirian secara ekonomi. Dan untuk kemandirian secara ekonomi tidak terlepas dari pesantren untuk dapat mengembangkan dan mengelola keuangan secara akuntabel dan berani melihat peluang-peluang pengembangan ekonomi.

Baca Juga:  Presiden Pegang Teguh Komitmen Tidak Intervensi KPK

Sementara itu, perwakilan dari manajemen PT PGN Santiaji Gunawan mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk hadirnya negara, yang dalam hal ini diwakili PGN, dalam rangka meningkatkan kemampuan, kapasitas dan keahlian para santri di bidang manajemen keuangan.

“Kita buktikan sekolah dari pesantren yang ada di negeri ini, terutama yang ada di Rokan Hulu, adik-adik santri tunjukan kemampuan anda, bahwa anda punya kemampuan lebih, punya kemampuan unggul untuk bersama membangun bangsa ini,” terang Santiaji yang menjabat sebagai Group Head of Strategic Stakeholder Management PGN.

Sebelumnya, PT PGN dan RMI NU juga telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan berbasis pesantren, yakni pelatihan pesantren bersih dan pesantren keren di Blora, dan pelatihan pengembangan UMKM di Malang.